Cara Kemenimipas Dukung Ketahanan Pangan Nasional

  • 28 Nov 2025 10:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

PEMERINTAH di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serius mengembangkan program ketahanan pangan nasional. Begitu seriusnya, pemerintah bukan saja menyerahkan urusan pangan kepada Kementerian Pertanian saja, tapi juga melibatkan kementerian dan lembaga lain. 

Salah satu kementerian yang ikut mendukung program ketahanan pangan nasional tersebut yaitu Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Di bawah kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, Kemenimipas bekerja keras mendukung kebijakan mulia sang Presiden tersebut.

Menurut Menteri Agus, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Kemenimipas memberdayakan para warga binaan di sejumlah lembaga pemasyarakatan. Totalnya ada 10.892 warga binaan se-Indonesia yang dilibatkan mendukung program tersebut.

Selain itu, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional Kemenimipas juga membuka lahan seluas 528 hektare. Salah satunya di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan dan Lembaga Pemasyarakat lainnya.

"Kemenimipas mendukung program ketahanan pangan nasional dimana warga binaan diberdayakan. Yakni melalui kegiatan pertanian, perkebunan, hortikultura, perkebunan dan perikanan dengan tata kelola yang partisipatif dan berbasis kolaborasi lintas sektoral," kata Agus Andrianto, Jumat (28/11/2025). 

Selanjutnya, Kemenimipas Siapkan Lahan 500 Hektare

Kemenimipas sedang mempersiapkan 500 hektare lahan untuk ditanami kelapa. Ini dalam rangka mendukung program  strategis nasional termasuk rencana pembangunan jangka menengah nasional. 

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto saat penanaman bibit kelapa secara serentak. (Foto: Kemenimipas)

Mereka juga telah melakukan penanaman bibit kelapa sebanyak 360.700 bibit seluruh wilayah di Indonesia. Yang ini dilakukan serentak pada tanggal 9 September 2025 lalu. 

Bukan itu saja, Kemenimipas juga memberikan bantuan bibit kelapa yang diberikan kepada masyarakat. Adapun rinciannya 27.000 bibit di Kabupaten Blora 5.000 bibit di Kota Palembang dan 5.000 bibit di Kota Tangerang.

Agus mengatakan, pemberdayaan warga binaan dalam program ketahanan pangan bukan hanya memberi manfaat bagi ketahanan pangan saja. Tapi juga menjadi media pembinaan yang produktif dan berkelanjutan yang dapat bermanfaat saat warga binaan.

"Tentu selain mendukung program ketahanan pangan nasional, ini juga memberi manfaat positif bagi warga binaan. Harapan kami setelah warga binaan selesai melaksanakan hukuman dan siap kembali ke masyarakat, ini bisa menjadi bekal mereka," ujarnya. 

Selanjutnya, Berdayakan Pulau Nusakmbangan untuk Sektor Perikanan

Dukungan Kemenimipas terhadap ketahanan pangan nasional juga tidak hanya berkutat di sektor pertanian dan perkebunan namun juga perikanan. Sebagai wujud keseriusan, Kemenimipas menjalani kerjasama lintas sektoral dengan Kementerian Perikanan dan Keluatan (Kementerian PKP).

Di sektor perikanan, Kemenimipas memberdayakan pulau Nusakambagan dengan luas lahan yang dimanfaatkan sekitar 48,7 hektare. Di pulau tersebut mereka akan melakukan budidaya ikan lele, bawal, bandeng, sidat, udang vaname, serta udang windu.

"Saat ini kami berupaya untuk mengubah Pulau Nusakambangan. Dari sebelumnya hanya sebagai tempat pengasingan, kini juga menjadi tempat pelaksanaan program ketahanan pangan yang menjadi prioritas utama Bapak Presiden," ujarnya.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto saat berada di lokasi tambak di Pulau Nusakambangan. (Foto: Dokumentasi/Net)

Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik Kemenimipas, Akbar Hadi Prabowo mengatakan, pulau Nusakabangan bukan saja digunakan untuk perikan. Namun juga pertanian, perkebunan dan peternakan dengan luas lahan yang tersedia. 

"Kita sedang gencarkan pertanian, perikanan, peternakan. Serta pemanfaatan sumber daya alam lainnya agar lebih bermanfaat untuk masyarakat," ujar Akbar.

Menteri Pertanian Andri Amran Sulaiman, mengatakan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan ketahanan pangan nasional. Salah satunya sinergi antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. 

Adapun sinergi kedua lembaga tersebut dalam ketahanan pangan yakni dengan lahirnya program Brigade Pangan. Sebuah program yang dirancang untuk mendukung swasembada pangan sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.  

“Kita akan memanfaatkan program Brigade Pangan untuk mengoptimalkan lahan dan memberdayakan warga binaan bebas bersyarat. Dengan begitu, mereka bisa memperoleh pendapatan langsung dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Amran.  

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....