Transformasi Kereta Api dan Perluasan Layanan untuk Negeri
- 06 Nov 2025 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
KERETA api menjadi salah satu moda transportasi yang paling digemari. Bukan hanya karena cepat, yang paling utama adalah untuk menghindari kemacetan.
Di Indonesia, sebagian besar masyarakat yang tinggal di Jabodetabek banyak yang menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL). Kini, wajah KRL sudah banyak yang berubah, dari yang penumpang naik di atas gerbong, hingga kini jadi tertib.
Dulu, wajah KRL tidak senyaman sekarang, banyak yang naik hingga ke atas gerbong kereta. Bahkan, tidak sedikit penjual makanan dan lain-lain yang masuk dalam gerbong.
Berdesak-desakan, bersenggolan skin-to-skin hingga peluh mengucur deras karena kepanasan. Bau keringat menyengat bercampur dengan asap rokok membuat ruang udara di gerbong menyesakkan.
Kini, tak lagi kita temukan yang seperti itu, karena semua sudah ditertibkan seiring berjalannya waktu. Bahkan, di selasar stasiun pun sudah sangat bersih, tak ada lagi penjual.
Jumah pengguna layanan KRL Jabodetabek pun meningkat signifikan beberapa tahun terakhir. Disebut Presiden Prabowo Subianto, pengguna KRL mencapai sekitar 486 juta penumpang setiap tahun.
Selanjutnya, KRL Indonesia tidak Kalah dari Negara Lain
Presiden Prabowo saat menjajal KRL mengaku kereta api Indonesia sudah sangat nyaman. Kereta Indonesia tidak kalah dengan yang di luar negeri.
"Saya tadi coba, bersih, nyaman, AC, saya sering naik kereta di luar negeri. Tetapi kereta api kita tidak kalah dengan kereta api di manapun," ujar Presiden.
Presiden pun menyatakan, pembangunan sistem perkeretaapian nasional menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan pemerintahannya. "Dan memang sistem kereta api kita ini akan menjadi fokus perhatian dari program pemerintah yang saya pimpin," ujarnya.
Presiden pun menginstruksikan jajarannya untuk memperluas jalur kereta api di luar Pulau Jawa. Ia ingin, kereta api juga menjadi "raja transportasi" di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Menurut Presiden, kereta di luar Pulau Jawa tentu untuk membantu mobilitas masyarakat. Ia bahkan berjanji, untuk menyediakan angkutan tidak hanya untuk penumpang, namun juga untuk kebutuhan logistik.
"Tidak hanya untuk penumpang, terutama untuk barang, logistik, untuk hasil-hasil bumi kita di pedalaman untuk dibawa ke pelabuhan. Kelapa sawit, karet, kopi timah, tambang-tambang, nikel, banyak sekali," katanya.
Dengan kereta, maka biaya logistik akan semakin tertekan. Dengan demikian, akan menghemat pembiayaan ekonomi.
"Daripada pakai truk-truk yang banyak, jalan rusak. Habisin BBM, (pakai) kereta api listrik kita, kita akan sangat turunkan biaya ekonomi," kata Presiden.
Selanjutnya, Presiden Perintahkan Rencana Perluasan Kareta
Presiden Prabowo memerintahkan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono untuk segera merencanakan perluasan kereta. Perencanaan tersebut diminta Presiden untuk segera disusun bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi.
"Saya minta, mulai kapan, sesegera mungkin, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera. Ini mereka tuh satu tahun kerja," ujar Presiden.
Bagi Presiden, penyediaan transportasi publik merupakan tanggung jawab pemerintah. Karenanya, ia ingin pembangunan transportasi tak hanya mengacu pada untung-rugi.
"Itu semua public transport di seluruh dunia, jangan dihitung untung-rugi, hitung manfaat tidak untuk rakyat. Di seluruh dunia seperti itu, itu namanya public service obligation," ucapnya.
Presiden menegaskan pula pentingnya penguasaan teknologi dalam pembangunan infrastruktur transportasi. Menurutnya, pembangunan kereta cepat dan perluasan jalur kereta menjadi simbol kemajuan Indonesia.
"Saya kira yang penting kita kuasai teknologi. Kita, we are at the edge of best practice. Dan ini ingat ya, ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok," ucapnya.
Selanjutnya, Alokasi Anggaran Rp5 T untuk Penambahan Layanan KRL
Presiden pun mengatakan akan mengalokasikan anggaran sebanyak Rp5 triliun untuk penambahan layanan kereta api. Penambahan layanan yang dimaksud yaitu untuk pembelian rangkaian kereta baru untuk Commuter Line.
"Beliau (Dirut KAI) mengajukan Rp4,8 triliun, saya setujui, tidak, tidak Rp4,8 triliun. Rp5 triliun saya setujui," ujar Presiden di Stasiun Tanah Abang, Selasa (4/11/2025).
Presiden menuturkan, pembelian satu rangkaian kereta membutuhkan anggaran sembilan juta USD. "Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu, uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat," katanya.
Menurut Presiden, sistem kereta api di Tanah Air perlu diperluas. Karenanya, ia mengalokasikan anggaran besar guna memberikan layanan nyaman untuk masyarakat.
Bahkan, Presiden sedikit memberi tantangan kepada Dirut KAI Bobby Rasyidin terkait pengadaan gerbong kereta. Tantangan yang diberikan Presiden ini disaksikan masyarakat.
"Bisa berapa bulan, ini didenger lho (masyarakat), enam bulan. Sudahlah kita kasih satu tahun, nanti dia stres tidak bisa tidur," katanya kemudian disambut tawa tamu dan pejabat lainnya.
Dengan anggaran yang akan digelontorkan, Presiden mengatakan akan ada 30 rangkaian kereta baru. "Saya tadi sudah coba, bersih, nyaman, AC," katanya.
Selanjutnya, Penyediaan Layanan Kereta Khusus Petani dan Pedagang Kecil
Menurut Presiden, pemerintah segera menyediakan layanan kereta khusus untuk para petani dan pedagang kecil. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, tarifnya nanti hanya akan dikenakan kepada penumpang, tidak dengan barang bawaan.
"Ada (tarifnya). Sudah ada (ketetapan)," ujar Presiden Prabowo usai peresmian Revitalisasi Stasiun Tanah Abang, Selasa (4/11/2025). Kepala Negara dalam kesempatan itu menyempatkan diri meninjau langsung kereta untuk petani dan pedagang.
Gerbong kereta dicat berwarna hijau dengan kursi yang berjajar rapi. Gerbong tersebut akan memudahkan petani dan pedagang pelaku UMKM tradisional.
"Iya tadi saya cek, jadi mereka (nanti) hanya bayar untuk dirinya. Barang dagangannya tidak perlu bayar," ucapnya.
Menurut Presiden, tarif untuk para petani dan pedagang tentu akan ada subsidinya dari pemerintah. Subsidi tersebut menurut Presiden akan membantu menjaga biaya transportasi tetap terjangkau.
"Ongkos disubsidi pemerintah 60 persen, semuanya. Kalau untuk petani dan pedagang, tetap disubsidi 60 persen, barangnya tidak bayar," ujarnya.
Sebelumnya, PT KAI menjelaskan, telah menyiapkan delapan unit kereta untuk petani dan pedagang. Rencananya rute operasional awal yaitu Merak-Rangkasbitung dan sebaliknya.
Setiap hari, akan ada 14 layanan perjalanan kereta. Waktu operasional akan disesuaikan dengan aktivitas para petani dan pedagang.
Tak lupa, Presiden juga berpesan agar seluruh pihak menjaga fasilitas publik yang telah dibangun. Mulai dari rel hingga pintu lintasan harus dipelihara, dengan tujuan agar tidak ada lagi kecelakaan kereta.
"Rel-rel kereta api dijaga keamanan, keselamatan, pintu-pintu lintasan harus segera dibangun. Tidak boleh ada kecelakaan lagi," kata Presiden dengan tegas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....