Tantangan Kerja Kian Berat, Presiden Tambah Wamen
- 09 Okt 2025 15:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
PRESIDEN Prabowo Subianto memutuskan menambah kursi Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih. Penambahan porsi wakil menteri terealisasi dalam acara pelantikan yang dilakukan di Istana Negara, Rabu (8/10/2025).
Penyesuaian dan penyempurnaan untuk Kabinet dilakukan Presiden Prabowo beberapa pekan jelang setahun kabinet berjalan. Sebelumnya, di pertengahan September lalu, Presiden sudah menggeser beberapa posisi menteri.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, penambahan wakil menteri untuk menjawab beratnya tantangan tugas. Mengingat pembinaan wilayah dan juga pengawasan harus dilakukan di berbagai bidang dan semua wilayah tanah air.
"Dalam rangka pembinaan dan memastikan pembangunan di setiap daerah baik provinsi-provinsi, kabupaten/kota dapat berjalan dengan baik dan lancar. Maka Bapak Presiden merasa perlu memberikan tambahan kekuatan," ujar Mensesneg.
Penambahan kursi wakil menteri baru ini di dua kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan. Dua kementerian ini berperan sentral dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menunjuk Akhmad Wiyagus untuk membantu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Akhmad Wiyagus akan berdampingan dengan Bima Arya Sugiarto dan Ribka Haluk.
Selanjutnya, Mendagri Bagi Penugasan Wamen Tiga Zona
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyambut baik penambahan posisi wakil menteri di kementeriannya. Tito menyebut, akan segera membagi penugasan menjadi tiga zona bagian.
"Bagus, dengan penugasan oleh Bapak Presiden, ke kemendagri, ada tiga wamen, saya tinggal bagi saja nanti. Indonesia kan luas sekali, bayangkan, negara kita kepulauan terbesar seluruh dunia," ujar Tito di Istana Negara, Rabu (8/10/2025).
Tito menjelaskan, pembagian berdasarkan tiga zona, yaitu timur, tengah, dan barat. "Ya, time zone ya, misalnya Jawa Sumatera mungkin satu wamen," katanya.
Begitu pula untuk wilayah tengah dan barat yang masing-masing akan dipimpin satu wamen. "Tugasnya berat," ucapnya.
Dia pun menambahkan bahwa dirinya akan menginstruksikan jajaran wamennya untuk mendatangi daerah-daerah tersebut. Kunjungan dari para wamen menurut Tito adalah untuk memeriksa tingkat inflasi, kemiskinan, hingga masalah lainnya.
"Saya enggak sempat kalau sendirian, bayangkan, ada 29 provinsi, 98 kota, 416 kabupaten, lebih dari 70 ribu desa. Itu harus kita datangi satu persatu, supaya tahu persis permasalahannya," kata Tito.
Selanjutnya, Wamenkes Baru Diharapkan Bantu Berantas TBC
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi penunjukan Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan. Menurut Menkes, ini sangat sejalan dengan perhatian khusus Presiden Prabowo terhadap penyakit tuberkulosis.
Menkes menyebut, Presiden Prabowo berkomitmen memberantas TBC dari Indonesia, karena masih menjadi salah satu penyebab utama kematian. "Beliau passion-nya, hatinya ingin kalau bisa penyakit yang membunuh 125.000 orang setiap tahun, bisa cepat kita hilangkan," ujarnya.
Wamenkes Beni betapa pentingnya memberi teladan hidup sehat. Senada, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus berbagi pengalamannya menjaga pola hidup sehat.
“Kira-kira dua tahun lalu saya kaget, enggak sengaja cek gula darah. HBA1C saya 6,4 padahal tidak ada riwayat keluarga diabetes," kata Beni.
"Sebagai dokter yang tiap hari menasihati orang, saya langsung memutuskan untuk diet dan olahraga teratur. Berat badan turun 11 kilo jadi 61 kg stabil selama satu tahun," ucapnya.
Dengan dilantiknya Benjamin, Kementerian Kesehatan kini memiliki dua Wakil Menteri Kesehatan. Menkes memastikan bahwa Wamenkes Dante Saksono Harbuwono tetap menjabat, sehingga keduanya akan bekerja bersama mendukung program prioritas kesehatan nasional.
Selanjutnya,Menyempurnakan Badan Pengaturan BUMN
Presiden Prabowo juga akhirnya menyempurnakan Badan Pengaturan BUMN dengan melantik Donny Oskaria sebagai pimpinan. Donny didampingi Aminuddin Ma'ruf dan Tedi Bharata.
Sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan akan mempercepat transformasi dan konsolidasi BUMN-BUMN. Tujuannya untuk menjadikan perusahaan-perusahaan negara tersebut lebih efektif dan kompetitif.
"Intinya kita ingin mempercepat transformasi BUMN. Diharapkan kolaborasi antara BP dan Danantara bisa mempercepat konsolidasi, sehingga BUMN-BUMN kita ini menjadi perusahaan yang efektif," ucapnya.
Menurutnya, BP BUMN ke depan akan bersinergi erat dengan Danantara. Diharapkannya, sinergi tersebut dapat memperkuat struktur dan mendorong strategi bisnis perusahaan negara agar lebih efisien serta profesional.
Dony pun menyambut baik Program Magang Nasional yang digagas Presiden Prabowo. Ia memastikan, BUMN-BUMN akan terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
"Kami dukung program ini. BUMN-BUMN akan terlibat di dalam proses magang ini akan libatkan seluruh BUMN kita," kata Dony.
BP BUMN dan Dony Oskaria sebagai pimpinan menjadi tanda era baru pengelolaan BUMN. Dony mengatakan, transformasi BUMN harus bersidat signifikan, dan dikelola dengan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada nilai tambah.
Selanjutnya, Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua
Dalam kesempatan sama, Presiden juga secara resmi membentuk Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Pelantikan ketua dan anggota berlangsung di Istana Negara, Rabu (8/10/2025).
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 110/P/2025. Presiden menunjuk Velix Wanggai sebagai ketua komite.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membeberkan alasan pembentukan komite tersebut. Yaitu untuk mendukung Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
"Sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Khusus, itu ada yang disebut dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Di situ kemudian juga mengamanatkan, untuk membantu badan ini, maka dibentuklah yang namanya Komite Eksekutif," ujar Mensesneg.
Ketua Komite, Velix Wanggai mengatakan, Presiden menginginkan komite itu mengelola secara khusus agenda pembangunan di Papua. Menurut Velix, Presiden Prabowo berkomitmen kuat terhadap pembangunan Papua.
"Mengelola Papua dalam agenda menyeluruh, terintegrasi, baik agenda Papua dalam konteks global, nasional, integrasi antara kebijakan lintas kementerian. Private sector, maupun juga konsolidasi ke tingkat provinsi maupun kabupaten," ucap Velix.
Adapun Gubernur Papua, Mathias Fakhiri yang juga baru dilantik, memberi komentar positif terkait Komite tersebut. Dirinya Bersama Wakil Gubernur baru menyatakan akan bergandengan tangan bersama Komite membangun Papua.
"Pasti akan membantu Provinsi Papua, dia harus menjadi contoh untuk semua Provinsi yang ada di Tanah Papua. Sehingga kami akan melakukan langkah-langkah koordinatif," ucapnya.
Mathias mengatakan, pihaknya tentu akan langsung tancap gas mengerjakan semua program yang bersentuhan dengan rakyat. Sektor Pendidikan dan Kesehatan menjadi prioritas program Mathias, sesuai dengan janji kampanye mereka, mengembangkan SDM Papua.
Selanjutnya, Presiden Dapat Dua Asisten Khusus Baru
Presiden Prabowo juga mendapat dua Asisten Khusus Presiden yang baru dilantik. Mereka yaitu Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keduanya bertugas membantu presiden. Khususnya dalam hal menyiapkan data hingga menyusun pidato presiden.
"Beliau menyampaikan bahwa mengangkat keduanya menjadi Asisten Khusus Presiden. Ada di bidang analisa data dan kebijakan, dan ada juga di bidang analisa kebijakan strategis," ujar Mensesneg.
Menurut Mensesneg, selama ini Dirgayuza dan Agung telah membantu Presiden menyiapkan data dan menyusun pidato. "Selama ini juga sudah mereka berdua yang membantu, menyiapkan data, menyusun pidato Presiden," kata Mensesneg.
Pelantikan Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 33/M tahun 2025. Tentang Pengangkatan Asisten Khusus Presiden.
Pelantikan mereka bersamaan dengan pelantikan dua wakil menteri. Yaitu Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus.
Presiden Prabowo sebelumnya pernah mengungkapkan, pemerintahannya harus bekerja serius dengan kondisi ketidakpastian global. Karenanya, ia memilih menguatkan pemerintahannya, demi bisa menahan gelombang ketidakpastian.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden kerap mengatakan bahwa dirinya mengutamakan kekompakan dan kerja tim. Masalah kesalahan dalam berbicara menurutnya wajar, selama bekerja dengan niat yang baik.
"Ada salah bicara itu biasa, tapi mereka kerja keras, niat mereka baik. Kita juga kompak, kita punya tim yang baik," ujar Presiden dalam suatu acara di Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Bagi Presiden Prabowo, kekompakan kabinet dan kerja keras jajarannya menjadi kunci utama. Demi bisa memberikan keadilan untuk rakyat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....