Membangkitkan Kembali 'Siskamling' Stabilitas Daerah Terjaga

  • 26 Sep 2025 14:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh pemerintah daerah mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling. Upaya ini menekankan optimalisasi peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam menjaga keamanan desa maupun kelurahan.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, menyampaikan kementerian telah menerbitkan surat edaran resmi. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur, Bupati, serta Wali Kota di seluruh wilayah Indonesia.

Edaran itu mengingatkan kepala daerah agar menggerakkan Satlinmas berperan aktif menjaga ketertiban masyarakat setiap saat. Peran tersebut tidak boleh muncul hanya saat pemilihan umum (pemilu) berlangsung saja ataupun saat terjadi bencana alam.

Safrizal menegaskan pengaktifan kembali siskamling merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Kegiatan ini mencakup ronda di tingkat RT maupun RW, serta pelaporan melalui Sistem Informasi Manajemen Perlindungan Masyarakat (SIM Limnas).

Kemendagri menekankan Satlinmas bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tetap menjadi garda terdepan pengawal stabilitas sosial masyarakat. Keduanya diharapkan menegakkan aturan secara berkeadilan, transparan, serta berorientasi penuh pada pelayanan publik.

Kementerian Dalam Negeri juga menerbitkan Surat Nomor 300.1.4/e.1/BAK tertanggal 3 September 2025. Dokumen itu menegaskan pentingnya meningkatkan peran Satlinmas menjaga ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Instruksi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menekankan pentingnya peran partisipatif masyarakat. Ia menilai keamanan daerah merupakan fondasi kokoh bagi stabilitas nasional yang berkelanjutan.

Namun, muncul pertanyaan bagaimana arahan pusat ini diterjemahkan secara nyata di lapangan. Apakah Satlinmas dan siskamling bisa benar-benar efektif di masyarakat modern?

Selanjutnya, Mendagri Perintahkan Eselon I Pantau Siskamling

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memerintahkan pejabat eselon I turun langsung memantau pelaksanaan siskamling di seluruh daerah. Instruksi itu dikeluarkan sebagai upaya menguatkan peran masyarakat menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

Arahan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Nomor 300.1.4/e.1/BAK yang resmi terbit pada 3 September 2025. Surat itu ditujukan kepada seluruh kepala daerah sebagai acuan penyelenggaraan keamanan berbasis partisipasi publik.

Edaran Kemendagri menekankan tiga poin penting bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan program siskamling. Pertama, penguatan peran Satlinmas menjaga ketentraman serta ketertiban umum di wilayah masing-masing.

Kedua, peningkatan kewaspadaan dini masyarakat melalui pengaktifan kembali pos ronda di tingkat RT dan RW. Mekanisme ini diharapkan menjadi wadah komunikasi warga sekaligus sarana deteksi potensi gangguan keamanan lingkungan.

Ketiga, pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perlindungan Masyarakat atau SIMLINMAS sebagai instrumen pelaporan berbasis digital. Fitur tersebut akan mempercepat koordinasi antara aparat pemerintah dengan masyarakat di lapangan.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal Zakaria Ali, menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi elemen terpenting. “Satlinmas adalah wadahnya, sementara siskamling merupakan instrumennya,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Safrizal juga menekankan kepala daerah berperan sebagai simpul penggerak utama program. “Stabilitas daerah merupakan fondasi utama stabilitas nasional yang harus dijaga bersama,” katanya di hadapan media.

Tapi bagaimana arahan pusat ini diterapkan oleh pemerintah daerah? Apakah semua wilayah mampu menghidupkan siskamling secara optimal?


Selanjutnya, Instruksi Pusat dan Implementasi di Daerah

Kementerian Dalam Negeri bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati Jawa Tengah sepakat mengaktifkan kembali Siskamling untuk memperkuat keamanan berbasis masyarakat. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden terkait stabilitas lingkungan warga.

Direktur Direktorat Dekonsentrasi Tugas Bantuan dan Kerja Sama Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Elfin Elyas menegaskan siskamling bukan sekadar ronda malam. Menurutnya, kegiatan itu juga membangun ruang komunikasi warga dalam mencegah potensi gangguan keamanan.

Ia menambahkan instruksi tersebut berlaku di seluruh Indonesia dan harus dijalankan konsisten oleh pemerintah daerah. “Sebagian wilayah sudah aktif, tetapi masih ada yang perlu dorongan lebih kuat,” ujar Elfin, Jumat (12/9/2025).

Bupati Pati Sudewo memastikan pihaknya telah menerbitkan instruksi resmi kepada camat serta kepala desa di wilayahnya. Menurutnya, evaluasi rutin bersama aparat kepolisian menyesuaikan kondisi desa besar maupun kecil.

Sudewo menegaskan keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat pemerintah, melainkan kewajiban kolektif warga. “Partisipasi warga sangat penting, karena tanpa mereka siskamling sulit berjalan efektif,” katanya usai rapat koordinasi.

Rapat koordinasi di ruang Joyokusumo menghasilkan komitmen bersama menghidupkan kembali budaya siskamling berbasis gotong royong. Pemerintah daerah bersama kepolisian bersepakat menempatkan keterlibatan warga sebagai kunci keberhasilan menjaga ketertiban.

Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Pati berharap siskamling menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Keterlibatan kolektif diyakini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat di berbagai desa.

Namun, efektivitas siskamling juga bergantung pada kolaborasi Polri, TNI, dan masyarakat sipil. Bagaimana semua pihak bisa bersinergi menjaga keamanan bersama?


Selanjutnya, Sinergi Polri, TNI, dan Masyarakat Sipil

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendorong pengaktifan kembali Satuan Keamanan Lingkungan atau Satkamling melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya bekerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik Radion Repulik Indonesia (LPP RRI) yang dekat dengan komunitas akar rumput.

Direktur Pembinaan Potensi Masyarakat Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Badya Wijaya, menilai RRI punya peran strategis. Ia menyebut lembaga penyiaran publik tersebut dapat mendorong partisipasi masyarakat lebih luas dalam menjaga keamanan lingkungan.

“RRI adalah lembaga penyiaran luar biasa, membumi di Indonesia, dan sangat bersejarah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (16/9/2025). Menurutnya, Satkamling dapat menggairahkan semangat kebersamaan warga.

Badya menegaskan Satkamling mencerminkan miniatur Bhinneka Tunggal Ika, melibatkan semua lapisan masyarakat tanpa membedakan status. Polri juga memberikan apresiasi tahunan bagi pos ronda terbaik sebagai motivasi.

Pimpinan Polri menekankan kehadiran langsung di lapangan untuk memberi dukungan nyata. Kunjungan Kapolda dan Kapolres ke pos kamling menunjukkan kepedulian aparat terhadap keamanan komunitas.

Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menyambut baik kolaborasi tersebut untuk memperkuat ketertiban sosial masyarakat. “Satkamling sangat relevan di era sekarang, kita butuh ketertiban sosial semakin menguat,” katanya.

Berdasarkan data, hingga tahun 2025 ini terdapat 34 Polda dengan 191.912 pos aktif maupun pasif di Indonesia. Jumlah ini mencerminkan potensi masyarakat besar dalam memperkuat keamanan berbasis komunitas.

Namun, apakah praktik siskamling di lapangan mampu bertahan lama dan memberi dampak sosial nyata?


Selanjutnya, Dampak Sosial dan Keberlanjutan Program Siskamling

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang Jawa Tengah mendapatkan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan siskamling dan pos ronda. Program ini disebut bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang keaktifan Siskamlingnya menurun.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Zakaria Ali, memantau langsung pelaksanaan siskamling di beberapa pos ronda di Semarang. Ia menilai keterlibatan masyarakat mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan warganya.

“Siskamling di Kota Semarang berjalan konsisten dan patut dijadikan contoh,” ujar Safrizal, Kamis (11/9/2025). Keberhasilan menjaga keamanan bukan hanya soal regulasi, tetapi juga komitmen sosial warga.

Safrizal menegaskan pemantauan di Jawa Tengah memastikan setiap daerah melaksanakan Siskamling sesuai instruksi Mendagri. Ia menyebut Satlinmas di tingkat desa hingga RT berperan penting menjaga ketertiban publik.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan pihaknya bersinergi dengan Forkopimda dan Forkopimcam serta unsur masyarakat. “Saya yakin keterlibatan aktif warga membuat siskamling kembali semarak,” katanya.

Agustina meninjau simulasi prosedur administrasi Siskamling setelah pelatihan keamanan masyarakat. Pencatatan kejadian dan mekanisme pelaporan menjadi manifestasi penting keteraturan program keamanan lingkungan.

Menurut Agustina, Siskamling tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat solidaritas antarwarga. Ia mengajak masyarakat menjadikan ronda malam bagian kehidupan sehari-hari untuk rasa aman bersama.

Data Jawa Tengah menunjukkan 29 kabupaten, 6 kota, 576 kecamatan, 7.810 desa, 753 kelurahan, dan 254.004 personel Satlinmas. Jumlah ini tersebar hingga tingkat desa dan kelurahan.

Meski ada contoh sukses, bagaimana tanggapan warga secara langsung terhadap pengaktifan kembali Siskamling


Selanjutnya, Tanggapan Warga: Antara Dukungan dan Kekhawatiran

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut positif kebijakan Kemendagri mengenai pengaktifan kembali Siskamling di tingkat desa dan kelurahan. Kebijakan tersebut dinilai efektif menjaga keamanan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Kepala Satpol PP NTB, Haji Fathul Gani, menegaskan siskamling bukan hanya sarana menjaga keamanan. Ia menilai pos ronda juga menjadi ruang sosial memperkuat ikatan kebersamaan masyarakat sehari-hari.

“Yang perlu dipersiapkan adalah sarana standar seperti tempat istirahat serta fasilitas MCK,” katanya. Pemprov NTB juga akan menggelar pelatihan Linmas untuk meningkatkan keterampilan dasar anggota siskamling.

Program pelatihan ditargetkan mencakup 400 peserta dari 10 kabupaten/kota. Setiap gelombang pelatihan terdiri dari 40 peserta agar bisa dilaksanakan dua hingga tiga kali setahun.

Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah disebut telah mengaktifkan kembali siskamling. Lombok Barat bahkan menyiapkan pos ronda multifungsi lengkap dengan fasilitas pendukung.

Di sisi lain, Ketua RT 01 Penjaringansari, Surabaya, Suryanto, menilai Siskamling menjaga keamanan sekaligus mempererat solidaritas antarwarga. Ia menyebut kegiatan ronda membuat warga semakin akrab dan tanggap terhadap ancaman lokal.

Suryanto menekankan siskamling menjadi wujud gotong-royong warga dalam menjaga keamanan. Ia menilai program ini penting meski sebagian warga masih melihatnya sebagai tanda lemahnya negara menjaga keamanan publik.


Selanjutnya, Siskamling Didorong Jadi Ujung Tombak Keamanan

Dengan pengaktifan kembali siskamling, pemerintah berharap partisipasi warga menjadi ujung tombak menjaga keamanan lingkungan. Program ini tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan budaya gotong-royong.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, menegaskan keberhasilan program bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. “Tanpa partisipasi warga, siskamling tidak akan berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kolaborasi lintas sektor antara Satlinmas, Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil menjadi kunci keberhasilan. Terobosan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa aman di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, siskamling juga menjadi ruang edukasi dan pelatihan bagi anggota Linmas, meningkatkan profesionalisme dalam menjaga ketentraman lingkungan. Pelatihan terstruktur ini memastikan setiap desa maupun kelurahan memiliki standar operasional yang jelas.

Contoh sukses di Kota Semarang dan beberapa wilayah NTB menunjukkan efektivitas program ketika pemerintah dan masyarakat bersinergi. Hal ini membuktikan keamanan berbasis komunitas dapat menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan kriminalitas.

Meskipun begitu, tantangan tetap ada, seperti kesiapan sarana prasarana pos ronda, konsistensi pengawasan, serta adaptasi program di daerah urban dan wisata. Semua pihak diharapkan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan siskamling secara berkala.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kemendagri menegaskan siskamling bukan sekadar tradisi lama, tetapi bagian penting dari strategi keamanan nasional. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan menjadi fondasi utama menciptakan lingkungan aman, nyaman, dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....