Menelisik Tragedi Ledakan Gas Pamulang

  • 16 Sep 2025 17:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

DENTUMAN keras mengguncang Jalan Talas 3, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan pukul 05.15 WIB, Jumat (12/9/2025). Polisi mensterilkan area dan menerjunkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), sementara PLN memadamkan listrik demi keselamatan warga.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Daniel Hendry Inkiriwang menyebut penanganan dilakukan sejak awal kejadian. Victor mengatakan penanganan dilakukan bekerjasama dengan masyarakat, camat serta pengurus RW sekitar. 

Bahkan, pihaknya membantu mengevakuasi para korban serta mengantarkan ke rumah sakit. Polisi mensterilkan lokasi untuk proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Puslabfor. 

Evakuasi korban dibantu camat dan pengurus lingkungan. Dilaporkan suara keras terdengar hingga radius ratusan meter. 

Data awal mencatat 13 rumah rusak dan tujuh warga terluka. 

Selanjutnya, Kisah Korban: Trauma, Luka, dan Kehilangan

Sebanyak 52 jiwa mengungsi ke kantor RW dan masjid. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mengonfirmasi jumlah melalui pendataan di lapangan.

Ketua RT 03/01 Pemukiman Pondok Cabe Ilir, Matsuro menyatakan, suara keras terdengar hingga radius 500 meter. Peristiwa itu menimbulkan korban serta rumah warga rusak ringan maupun parah. 

“Warga sekitar panik mendengar dentuman besar,” ujar Matsuro. Ia memastikan, tujuh korban luka dirawat di RS UIN dan RS Hermina Ciputat, dan beberapa di antaranya mengalami luka bakar.

Korban luka di antaranya Niyah, Amelia, Taslimah, Emi, Riski, dan seorang balita. “Mereka terkena imbas ledakan gas,” kata Matsuro.

Selain korban, ledakan juga merusak rumah warga sekitar. Sebanyak 10 rumah mengalami kerusakan ringan, sementara tiga lainnya rusak parah.

“Tiga rumah rusak parah tidak bisa ditempati lagi. Warga harus mengungsi sementara,” ujarnya.

BPBD Kota Tangerang Selatan memberikan bantuan logistik kepada 52 pengungsi korban ledakan di Pamulang, Jumat (12/9/2025) (Foto: RRI/Saadatuddaraen)

Salah satu warga pengungsi, Eka Prastiwi, mengatakan ia bersama keluarga terpaksa mengungsi lantaran tempat tinggalnya sudah tidak layak huni akibat terdampak ledakan. Dia menceritakan saat kejadian tersebut dirinya baru saja terbangun dari tidurnya, serta tidak mendengar suara dentuman keras. 

"Kejadiannya kan subuh. Saya kira suara kucing di loteng, jadi tidak terdengar dentuman sama sekali malah mendengar suara ledakan besar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha menyebut penyaluran logistik dasar dilakukan tujuh hari ke depan. “Kami pun akan buka layanan dapur umum selama 24 jam,” ujar Essa.

Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada indikasi bahan peledak. “Kami tidak menemukan adanya bom atau unsur bahan peledak lainnya,” ujar Kompol Nofriansyah, Komandan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya. 

Selanjutnya, Olah TKP: Temuan Forensik di Lokasi Ledakan

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Daniel Hendry Inkiriwang mengimbau warga sekitar tidak beraktivitas di rumah dahulu. “Kita sudah mengamankan, sudah di police line, sudah diberi alternatif, sementara menempati dulu kantor RW,” kata Victor.

Puslabfor membawa sejumlah barang bukti dari lokasi awal. Barang itu meliputi tabung, regulator, kompor, dan material bekas terbakar.

Ketidakpastian dipahami karena cuaca sempat menghambat proses identifikasi. Victor menyebut olah TKP akan dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan.

Personel Polisi melakuka oleh TKP ledakan di Pamulang, Kota Tangerang Selatan yang mengakibatkan 13 rumah rusak dan tujuh orang luka-luka, Jumat (12/9/2025) (Foto: RRI/Saadatuddaraen)

Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Nofriansyah memastikan tidak ada unsur bom pada lokasi kejadian. “Kami tidak menemukan adanya bom atau unsur bahan peledak lainnya,” ujar Nofriansyah.

Kejelasan penyebab ledakan penting bagi penegakan hukum dan pencegahan.

Selanjutnya, Tanggung Jawab Hukum dan Regulasi LPG

Pengaturan LPG berlandaskan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28 Tahun 2021. Aturan mencakup penyediaan, distribusi, harga, mutu, dan keselamatan energi.

Pemerintah mewajibkan SNI pada tabung baja LPG yang beredar. Adapun persyaratannya meliputi bahan, konstruksi, uji, dan penandaan yang ketat.

Selain itu, regulator tekanan rendah juga wajib memenuhi SNI pengaman kebocoran. Kepatuhan perangkat rumah tangga juga menjadi penentu keselamatan pengguna.

Kasus Pamulang menyoroti celah implementasi di tingkat konsumen. Peredaran produk nonstandar meningkatkan risiko kebocoran dan ledakan.

Penegakan, pengawasan, dan edukasi publik perlu diperkuat bersama. 

Selanjutnya, Respons Pemerintah: Evakuasi dan Bantuan Darurat

Pemerintah Kota Tengerang Selatan mengevakuasi warga dan mendirikan pos pengungsian terpusat. Dapur umum beroperasi untuk memenuhi kebutuhan harian pengungsi.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha menjelaskan status siaga darurat berlaku sepekan. “Sesuai dengan standar penanganan BPBD, masuk dalam siaga darurat, maka kita dirikan selama sepekan,” ucapnya.

Kondisi rumah yang hancur akibat ledakan yang diduga gas elpiji di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Jumat (12/9/2025) (Foto: RRI/Saadatuddaraen)

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan pihaknya telah mendata tiga rumah rusak total dan empat rusak berat. “Rehab rumah yang rata tanah diperkirakan membutuhkan biaya Rp100 juta per unit,” ucap Benyamin.

Pemerintah menyiapkan anggaran perbaikan melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT), Baznas, dan CSR perusahaan. Selain itu, rumah kontrakan sementara disediakan agar warga terdampak tetap memiliki tempat tinggal.

Pemkot juga telah menyiapkan edukasi bagi warga terkait penggunaan gas LPG secara aman. Edukasi ini diharapkan dapat menekan risiko terulangnya peristiwa serupa pada masa mendatang.

Selanjutnya, Edukasi Keselamatan Cegah Kebocoran Gas Rumah

Melansir dari BPBD, kebakaran rumah sering dipicu korsleting, kompor, atau kebocoran LPG. Selain itu musim kemarau juga mempercepat penyebaran api pada lingkungan padat.

Kenali tanda kebocoran gas seperti bau menyengat dan suara mendesis. Perubahan warna api menjadi oranye atau kuning juga berbahaya.

Saat mencurigai kebocoran, lepas regulator dan buka ventilasi. Kemudian matikan listrik dan hindari percikan dari sakelar atau api terbuka.

Jika api muncul kecil, gunakan kain basah untuk pemadaman awal. Segera evakuasi keluarga dan hubungi pemadam kebakaran.

Pengecekan berkala tabung, selang, dan regulator sangat dianjurkan. Pastikan perangkat berlabel SNI dan terpasang sesuai petunjuk.

Rangkaian kejadian Pamulang menegaskan pentingnya disiplin keselamatan rumah tangga. Dengan investigasi tuntas dan edukasi, risiko serupa bisa ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....