Banjir Bali: Evakuasi, Bantuan, dan Pemulihan Cepat

  • 13 Sep 2025 09:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

BANJIR melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali sejak Rabu (10/9/2025) dini hari. Kota Denpasar, Jembrana, Badung, Tabanan, Klungkung, dan Gianyar termasuk daerah terdampak.

Bencana ini menyebabkan infrastruktur rusak hingga korban jiwa. Berdasarkan hasil perkembangan kaji cepat penanganan darurat bencana banjir di Bali, Rabu kemarin, 9 orang meninggal dunia.

Sementara dua orang hilang, 202 kepala keluarga atau sekitar 620 jiwa terdampak. Bali menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama satu minggu.

Hal itu dikonfirmasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. Ia meminta pemerintah daerah memprioritaskan pencarian, pertolongan, dan penyelamatan masyarakat terdampak.

“Kita sepakat malam ini mana yang akan diperbaiki oleh pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten/kota dan provinsi. Dan mana yang akan diperbaiki oleh pusat melalui BNPB dan Kementerian Lembaga terkait,” katanya.

Status tanggap darurat bencana banjir juga ditetapkan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Langkah ini untuk mengoptimalkan penanganan bencana dan menjamin kelancaran aktivitas masyarakat.

Pemkot Denpasar mendirikan Posko Terpadu di Kantor Wali Kota, terhubung hingga desa dan kelurahan. Posko ini menjadi pusat kendali koordinasi selama tanggap darurat berlangsung.

“Untuk sementara memang karena semua wilayah pesisir Tukad Badung kena, kita prioritaskan untuk kades lurah menjadi bapak angkat dulu. Untuk kesehatan puskesmas juga sudah turun untuk pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Gubernur Bali Wayan Koster memastikan evakuasi korban dan pembersihan sampah akibat banjir dilakukan secepatnya. Kolaborasi dengan TNI mempercepat pembersihan di titik-titik utama banjir.

“Yang pertama adalah membersihkan dulu sampah yang muncul di wilayah Pasar Kumbasari dan Pulau Demak dan titik-titik lainnya,” ucapnya. Langkah ini menjadi dasar penyaluran bantuan bagi warga terdampak.​

Selanjutnya, 14 Meninggal dan Ratusan Mengungsi

BNPB melaporkan data terbaru korban banjir Bali dengan total 14 orang meninggal dunia, per Kamis (11/9/2025). Ratusan warga terpaksa mengungsi di beberapa lokasi sementara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan rincian korban berdasarkan wilayah. Denpasar menjadi kota dengan korban jiwa terbanyak.

“Untuk korban meninggal terbanyak tercatat di Kota Denpasar delapan jiwa. Kemudian Kabupaten Gianyar tiga jiwa, Jembrana dua jiwa, dan Badung satu jiwa,” katanya.

Tim gabungan terus mencari korban hilang dan melakukan pengendalian banjir serta longsor. Fokus utama tetap pada keselamatan warga terdampak.

Sebanyak dua warga hilang, sedangkan 562 orang mengungsi di Jembrana dan Denpasar. Mereka memanfaatkan posko, balai desa, hingga fasilitas umum lainnya.

Hasil asesmen BPBD Bali mendapati lebih dari 120 titik banjir di Pulau Dewata. Denpasar memiliki titik terbanyak, yakni 81 lokasi terdampak.

Longsor juga terjadi di 18 titik, termasuk di Karangasem, Gianyar, dan Badung. BNPB mendistribusikan selimut, tenda, sembako, hingga perahu karet untuk pengungsi.

Suharyanto memastikan operasi tanggap darurat akan dipimpin langsung di Bali dan NTT. Ia menegaskan logistik sudah disiapkan sesuai kebutuhan lapangan.

“Nanti malam sudah ada tim berangkat ke Bali, setelah ini juga saya sendiri, mungkin nanti siang atau sore sudah akan ke Bali. Untuk langsung memimpin operasi tanggap darurat di Provinsi Bali dan apabila nanti sudah bisa ditangani, kami juga akan ke NTT, ke Nagekeo,” ujarnya.

Kondisi ini mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat sinergi evakuasi di lokasi terdampak. Fokus beralih ke penanganan di tingkat kota dan kabupaten.

Selanjutnya, Pemprov-Pemkot Fokus Evakuasi

CURAH hujan tinggi menyebabkan banyak wilayah Bali, termasuk Kota Denpasar, terendam banjir. Wali Kota Denpasar turun langsung meninjau lokasi terdampak.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama TNI dan Polri mengoordinasikan langkah evakuasi dan distribusi bantuan. Kerjasama lintas sektor digiatkan di titik banjir.

“Kehadiran kami di Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak untuk mengambil langkah bersama dalam evakuasi dan penyaluran bantuan. Kerugian pedagang telah didata, dan akan ada sharing pendanaan untuk pemulihan bersama Pemerintah Kota Denpasar," katanya.

Sebagai tahap awal akan lakukan pembersihan kawasan bersama TNI dan Polri. Hal ini agar pedagang segera bisa berjualan kembali.

Pemkot Denpasar fokus membuka posko evakuasi dan mendata kerugian masyarakat. Pembersihan lokasi terdampak menjadi prioritas utama.

“Pendataan menyeluruh di tingkat desa/kelurahan sudah dilakukan, termasuk pembukaan posko evakuasi. Hasil pendataan ini akan menjadi dasar sharing anggaran pemulihan dari APBD Provinsi Bali dan Pemkot Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung meninjau lokasi banjir di Kota Denpasar, Rabu (10/9/2025) (Foto: Dok/Pemprov Bali)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya ikut terdampak, memicu padamnya listrik. Pemerintah kota memfokuskan evakuasi warga dan penyelamatan korban.

“Atas nama Pemkot Denpasar, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI, Polri, BPBD Provinsi Bali, serta seluruh pihak yang telah sigap membantu evakuasi dan pembersihan, khususnya di Pasar Kumbasari dan titik banjir lainnya. Kami juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar atas dampak yang dirasakan,” ucap Jaya Negara.

Pemerintah pusat menyoroti faktor penyebab banjir yang semakin kompleks. Sorotan kini tertuju pada alih fungsi lahan dan tata ruang.

Selanjutnya, Alih Fungsi Lahan Picu Banjir Bali

MENTERI Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti banjir bandang yang melanda tujuh kabupaten di Bali. Ia memastikan akan meninjau langsung lokasi banjir.

Hanif menyebut tumpukan sampah menyumbat aliran air, memperparah dampak banjir. Koordinasi dengan pemda digencarkan.

"Untuk itu perlunya gerakan bersama masyarakat. Yakni dalam menjaga kebersihan lingkungan agar sumbatan tidak kembali terjadi," kata Hanif.

Ia juga mengingatkan bahaya alih fungsi lahan di kawasan lereng dan sawah. Pembangunan hotel dan perumahan dinilai berisiko merusak lingkungan.

"Kami meminta agar Gubernur Bali memperhatikan ini, jangan terlalu gegabah dalam pembangunan. Setiap kali lanskap terganggu, alam akan mengkalibrasinya," ujarnya.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (tengah) saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (11/9/2025). {Foto: RRI/Ryan Suryadi)

Kerusakan akibat banjir meliputi jembatan, jalan, toko, dan kios. Dampak ini memperlihatkan perlunya intervensi lebih besar.

Pemprov Bali menetapkan status darurat bencana satu minggu ke depan. Pemerintah pusat kini memantau kerusakan lingkungan secara menyeluruh.

Langkah mitigasi juga dilakukan dengan penguatan infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum mulai turun tangan membantu Bali.

Selanjutnya, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Pompa

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani banjir Bali dengan mengerahkan alat berat, pompa, dan tim tanggap darurat. Upaya ini untuk mempercepat pemulihan akses jalan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan langkah cepat untuk memastikan perlindungan warga terdampak. Infrastruktur vital menjadi prioritas utama.

“Kami terus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan masyarakat terdampak. Kementerian PU akan memberikan dukungan penuh dalam menangani dampak banjir di Bali,” ucap Dody.

Tim gabungan membersihkan titik banjir strategis di Denpasar, Jembrana, Gianyar, hingga Klungkung. Jalan nasional dipantau ketat.

Penggunaan pompa mobile yang digunakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat penyurutan genangan banjir di Bali (Foto: Dok/Humas PU)

Pompa mobile dan eksisting dioperasikan mempercepat penyurutan air. Pantauan Waduk Muara menunjukkan penurunan ketinggian air.

Koordinasi lintas sektor dipastikan berjalan optimal untuk pemulihan mobilitas masyarakat. Pemerintah juga memperkuat kesiapsiagaan bencana.

Upaya pemulihan infrastruktur disertai jaminan akses transportasi masyarakat tetap terbuka. Hal ini sejalan dengan operasional bandara.

Selanjutnya, Bandara Tetap Beroperasi Normal

BANDARA I Gusti Ngurah Rai tetap beroperasi normal pascabanjir. Meski akses jalan terganggu, penerbangan tidak dibatalkan.

Kepala Divisi Komunikasi dan Hukum Bandara, Gede Eka Sandi Asmad, memastikan layanan penerbangan lancar. Genangan air telah surut sepenuhnya.

“Kalau penerbangan tidak ada yang cancel, namun beberapa penumpang terlambat tiba di bandara. Kami bantu reschedule dengan pihak maskapai juga,” ujarnya.

Transportasi antarmoda tetap berfungsi. Koordinasi dengan penyedia transportasi darat menjaga mobilitas penumpang.

Para penumpang melakukan proses cek-in atau melapor ke maskapai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (Foto: Instagram/baliairport)

Calon penumpang diimbau tiba lebih awal di bandara. Informasi jadwal dapat dipantau lewat kanal resmi pengelola bandara.

Langkah antisipasi bandara memberi rasa aman bagi penumpang. Perhatian juga difokuskan pada pemulihan masyarakat terdampak.

Kepolisian menyiapkan pendampingan psikologis bagi korban bencana. Fokus pemulihan kini mencakup aspek mental warga.

Selanjutnya, Polri Gelar Trauma Healing

POLDA Bali memastikan penanganan bencana mencakup fisik dan psikologis. Program trauma healing diterapkan untuk warga terdampak.

“Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hadir menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan posko darurat. Kami juga menyiapkan program trauma healing (pemulihan mental/emosional/red,” ujar Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya.

Menurut Daniel, trauma healing membantu warga mengatasi rasa takut dan cemas. Pendampingan dilakukan intensif.

“Tim psikolog kepolisian membantu pengungsi mengatasi rasa takut dan cemas. Mereka juga mendampingi korban untuk mengurangi stres akibat bencana,” tambahnya.

Polda Bali memberikan Bantuan kepada warga pascabanjir di kawasan Denpasar, Kamis (11/9/2025). (Foto: Dok/Polda Bali)

Program trauma healing akan dijalankan berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di posko pengungsian agar tepat sasaran.

“Kami tidak hanya evakuasi dan memberi bantuan logistik. Polri juga memastikan pemulihan mental masyarakat,” katanya.

Polri berharap dukungan lintas instansi mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi. Sinergi diharapkan memperkuat ketahanan masyarakat Bali.

“Dengan sinergi lintas instansi, pemulihan akan lebih cepat. Dukungan penuh masyarakat membuat penanganan lebih menyeluruh,” ujar Daniel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....