Gempa Kabupaten Bekasi Sebuah Peringatan Masyarakat untuk Waspada

  • 04 Sep 2025 17:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

GEMPA bumi bermagnitudo (M) 4,9 yang mengguncang Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8/2025) lalu, turut berdampak ke wilayah Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan informasi dari akun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lokasi gempa pada koordinat 6.48 lintang selatan. Atau 107.24 bujur timur.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa bumi ini merupakan gempa tektonik. "Hari Rabu, 20 Januari 2025 pukul 19:54:55 WIB, wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik," katanya dalam keterangan pers, Kamis (21/8/2025). 

Daryono menjelaskan, penyebab gempa di selatan Jawa Barat tadi malam adalah akibat aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat. Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di berbagai wilayah dengan guncangan yang berbeda. 

Di daerah Bekasi dengan Skala Intensitas III-IV MMI atau getaran dirasakan nyata sampai dalam rumah. Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah dan di luar oleh beberapa orang. 

Kemudian, daerah Purwakarta, Cikarang, dan Depok dengan Skala Intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. 

Hingga pukul 21.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo (M) 2,1. Daryono mengimbai kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. 

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa. Atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," ucapnya. 

Selanjutnya, Dampak Gempa Kabupaten Bekasi

Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Berdasarkan laporan BPBD, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD mencatat kerusakan dinding rumah warga di Kampung Jungkur dan Kampung Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru. 

Lalu SDN Kutamaneuh 2 juga mengalami plafon jebol yang menimpa beberapa meja di ruang kelas, sementara dinding ruang belajar retak dan berpuing. Aula serbaguna di Kecamatan Pangkalan turut rusak akibat plafon roboh menimpa fasilitas umum.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan beruntung tidak ada aktivitas warga di sekolah maupun aula saat gempa terjadi. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

"Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa Bekasi, hanya ada  26 rumah yang rusak ringan. Rata-rata rumah yang sudah tua, rumah yang tidak ada slup besinya, dan ada satu sekolah yang plafonnya turun," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kepada wartawan, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (21/8/2025). 

Selanjutnya, Gempa Terasa Hingga Bogor dan Bandung Barat

Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Bekasi pada Rabu malam (20/8/2025), turut dirasakan warga di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meski demikian, aktivitas warga tetap berjalan normal.

Salah seorang warga Parung, Hasbi, mengaku merasakan getaran gempa saat sedang berada di dalam rumah. Menurutnya, benda ringan di sekitar tempatnya sempat bergoyang.

“Saya lihat pengharum ruangan yang digantung di toilet bergerak sendiri, lalu saya langsung berasumsi kalau itu gempa. Jadi saya keluar rumah, dan ternyata tetangga juga sudah ramai di luar,” ujar Hasbi kepada RRI, Rabu (20/8/2025). 

Mengutip dari akun X BMKG, guncangan gempa dilaporkan terjadi di wilayah Jabodetabek. Hingga Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

"Ya terasa getarannya hingga Padalarang. Saya kira getaran apa, ternyata gempa," kata Fauzan (35) warga Padalarang kepada RRI. 

Selanjutnya, Jenis Gempa 

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono menyebut gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa ini dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust).

Sesar naik (thrust fault) Busur Belakang Jawa Barat ini dikenal sebagai Sesar Baribis-Kendeng. Ini merupakan sistem sesar kompleks dan membentang di sepanjang Utara Jawa Barat.

Dilansir dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Java Back-arc Thrust adalah sebuah sistem sesar yang kompleks dan besar. Ini terdiri dari dua sesar yakni Sesar Baribis dan Sesar Kendeng.

Sesar aktif ini memanjang dari barat hingga timur dan ada di bagian belakang. Atau utara busur vulkanik Pulau Jawa.

"Di Jawa Barat, sesar itu melewati Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Ada indikasi melalui daerah selatan Jakarta (perbatasan dengan Depok) dan di daerah Bogor," ujar Peneliti BRIN Sonny Aribowo dikutip Rabu (20/8/2025).

Selanjutnya, Tips Lindungi Diri Saat Gempa

1. Apabila berada di dalam gedung dan merasakan gempa yang cukup signifikan sementara letak pintu cukup jauh, langkah penyelamatan diri yang bisa dilakukan adalah masuk ke kolong meja atau kursi.

2. Bila tidak ada kursi atau meja untuk berlindung, lindungi kepala dan leher dengan benda misalnya tas atau buku, atau berlindung di sudut ruangan.

3. Apabila guncangan gempa sudah berhenti barulah menuju pintu keluar. Apabila sudah berada di luar ruangan kemudian terjadi gempa susulan, segeralah merunduk, jangan berdiri karena berpotensi jatuh karena guncangan.

4. Tidak berdiri dekat dengan tiang listrik, pohon, atau bangunan karena berpotensi tertimpa reruntuhan. 

Sementara apabila saat berada di pesisir pantai kemudian terjadi guncangan gempa langkah-langkah yang dilakukan adalah:

1. Memantau informasi apakah gempa bumi ini potensi tsunami atau tidak.

2. Apabila merasakan guncangan gempa kuat dengan durasi sekitar 20-30 detik, segeralah melakukan tindakan penyelamatan diri mandiri atau evakuasi mandiri.

 3. Segeralah naik ke tempat yang tinggi seperti bukit atau gedung yang cukup kokoh, setelah itu carilah informasi apakah berpotensi tsunami atau tidak.

 4. Apabila tidak berpotensi tsunami, masyarakat bisa melakukan aktivitas secara normal namun tetap menghindari bangunan berpotensi runtuh.

5. Jika kita berada di tepian pantai dan menerima informasi peringatan dini tsunami BMKG, haruslah memahami tiga tingkatan peringatan dini yang dikeluarkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....