Pacu Jalur: Tradisi, Viral dan Mendunia

  • 03 Sep 2025 13:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

ANAK kecil itu menari di atas perahu pacu. Dengan kacamata hitamnya, bocah yang disebut 'coki' ini menari di ujung kapal mengikuti irama pendayung dibelakangnya.

Mengenakan pakaian adat togak luan berbagai macam warna warni khas Kuansing, coki itu menari, menjaga keseimbangan, hingga menyapa masyarakat. Inilah pacu jalur tradisi budaya Kabupaten Kuansing, Riau.

Pacu jalur yang mendadak ramai di media sosial akibat tarian 'Aura Farming' itu membawa tradisi ini mendunia. Trend ini diiringi lagu rapper asal Amerika Serikat Melly Mike yang berjudul 'Young Black & Rich'.

Trend ini semakin mendunia usai sejumlah artis, olahragawan, hingga tokoh dunia mengikuti 'Aura Farming'. Mulai dari grup K-Pop Enhyphen, RIIZE, dan NCT Wish.

Selain itu ada juga tim sepakbola dunia seperti Ac Milan hingga Paris Saint-Germain (PSG). Atlet dunia sekelas Bradley Barcola, Neymar, Travis Kelce, Fernando Alonso, hingga Marc Marquez.


Selanjutnya, Sejarah Pacu Jalur

Pacu Jalur, yang secara harfiah “balapan jalur (perahu panjang),” telah menjadi denyut nadi masyarakat Kuansing lebih dari satu abad. Tradisi ini pertama kali muncul pada awal abad ke-20, diperkirakan sejak 1901.

Pacu Jalur bagian dari perayaan hari-hari besar Islam dan penyambutan tamu kehormatan pemerintah kolonial Belanda. Kini, Pacu Jalur berkembang menjadi festival tahunan bertaraf nasional, digelar setiap Agustus dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI.

Panjang perahu bisa mencapai 30-40 meter, terbuat dari batang pohon besar yang dilubangi dan diukir dengan motif-motif Melayu. Satu jalur dapat ditumpangi lebih dari 40 orang.

Mereka terdiri dari tukang pacu, tukang timbo, tukang onjai (pemberi semangat), dan tukang langkap (penjaga keseimbangan). Seluruh awak harus kompak dan harmonis, karena sedikit kesalahan ritme bisa membuat jalur terbalik atau kehilangan kecepatan.

“Satu jalur itu dibangun gotong royong oleh satu desa, mereka latihannya berbulan-bulan. Ini bukan soal menang atau kalah saja, tapi soal harga diri kampung,” ujar tokoh masyarakat dari Desa Pulau Godang, Arwan, kepada RRI.

Momen ketika dua tim bersiap untuk melakukan balapan Pacu Jalur, dalam pertandingan Festival Pacu Jalur, yang di gelar di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (20/8/2025) (Foto: Kementerian Pariwisata)

Festival Pacu Jalur bukan hanya ajang budaya, tapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Hotel-hotel di Teluk Kuantan selalu penuh, pedagang kaki lima ramai, dan produk UMKM lokal laris manis dibeli pengunjung yang datang.

“Setiap tahun, saya bisa dapat tiga kali lipat dari biasanya kalau musim pacu jalur. Orang ramai beli batik Kuansing, kuliner khas seperti gulai asam durian,” kata Yuni, pedagang suvenir di sekitar Lapangan Limuno.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi pun terus memperkuat branding Pacu Jalur sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Bahkan, Pacu Jalur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia oleh Kemendikbudristek RI.

Di tengah gempuran modernisasi dan pergeseran nilai-nilai generasi muda, tantangan pelestarian Pacu Jalur bukan perkara mudah. Beberapa desa mengaku kesulitan mencari generasi penerus yang mau menjadi awak jalur.

Dibutuhkan peran aktif dari sekolah, keluarga, dan pemerintah untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sendiri. "Tapi kami terus kenalkan tradisi ini lewat ekstrakurikuler dan lomba cerita rakyat tentang pacu jalur,” ujar Bu Rina, guru SD Negeri 04 Teluk Kuantan.

Selanjutnya, Apa itu Aura Farming?

Dikutip dari berbagai sumber, secara harfiah 'Aura Farming' tidak memiliki arti spesifik yang sesuai dengan kebiasan penggunaannya di media sosial. Jika diterjemahkan secara baku, kata aura memiliki arti sebagai pesona atau kharisma.

Sementara arti farming jika diterjemahkan secara harfiah adalah pertanian, bertani, atau aktivitas mengolah tanaman atau merawat ternak. Namun di medsos, 'Aura Farming' tidak memiliki arti yang sesuai dengan trendnya.

'Aura Farming bisa dikatakan bahasa gaul yang jamak digunakan gen Alpha (anak-anak kelahiran 2010 ke atas). Dalam bahasa gaul tersebut, aura sering diasosiasikan dengan sifat keren, menawan, menarik, atau mempesona pada seseorang.

Kolase potret tren aura farming merupakan budaya Pacu Jalur di Riau mendunia, ditirukan banyak artis luar negeri, mulai dari NCR, Travis Kelce, hingga Steve Aoki. (Foto: official_nct/@traviskelce/@steveaoki)

Bisa dikatakan, 'Aura Farming' adalah upaya yang dilakukan untuk membangun momen kharisma bagi seseorang. Selain itu juga bisa diartikan sebagai upaya untuk tampak keren atau terlihat mempesona. 

Dengan demikian, trend tarian ini yang viral di media sosial ini merupakan upaya membangun momen “aura” atau terlihat keren. Istilah 'Aura Farming' sejatinya tidak muncul baru-baru ini. 

Dikutip dari Know Your Meme, istilah ini sudah ramai dipakai warganet dan netizen sejak tahun lalu. Namun, istilah ini kembali ramai digunakan berkat perlombaan tradisional Pacu Jalur.

Selanjutnya, Festival Pacu Jalur

Dengan semakin viralnya pacu jalur di mata dunia, Festival Pacu Jalur (2025) tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Ribuan atau bahkan puluhan ribu masyarakat baik warga sekitar atau turis mancanegara menghadiri festival ini.

Festival Pacu Jalur 2025 sendiri di gelar di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (20/8/2025). Festival ini diselenggarakan hingga, Minggu (24/8/2025).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sendir secara resmi membuka Festival Pacu Jalur 2025, Rabu (20/8/2025). Pada hari yang sama Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga turut menghadiri festival ini.

Pada kesempatan ini, Wapres turut melepas (flag off) Pacu Jalur hilir pertama hingga ketiga. Ada hal unik ketika Wapres usai melakukan kegiatan tersebut. 

Bersama istri serta sejumlah menteri dan pejabat setempat, Wapres menaiki perahu menyusuri Sungai Batang Kuantan. Perahu tersebut diberi nama Putri Anggun dan Si Ganteng Ibu Kota. 

Pada kesempatan itu Wapres didampingi Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon. Selain itu hadir Gubernur Riau, Abdul Wahid, dan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, sebagai tuan rumah. 

Dari atas kapal, Wapres menyapa ribuan warga masyarakat yang telah hadir untuk menonton pacu jalur. Setelah itu dia langsung menuju panggung utama untuk menonton pacu jalur. 

Momen Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming saat menghadiri Festival Pacu Jalur, yang di gelar di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (20/8/2025) (Foto: Setwapres)

Dalam keterangannya, Wapres menegaskan Pacu Jalur bukan sekadar ajang olahraga tradisional, melainkan cermin semangat gotong royong hingga solidaritas. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadikan Pacu Jalur mampu memperkuat identitas lokal sekaligus memberi manfaat ekonomi.

“Pacu Jalur ini adalah warisan kebudayaan dan juga wajah ekonomi kreatif Riau yang harus kita jaga dan kita rawat,” ujarnya. Wapres juga memastikan, pemerintah berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan festival ini.

“Semuanya siap, semuanya berkomitmen untuk mengembangkan agar warisan ini bisa lebih berkembang lagi. Kita gali terus potensi daerahnya sehingga bisa terus mengharumkan Indonesia di kancah internasional,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wapres berpesan kepada kepala daerah agar terus merawat tradisi Pacu Jalur. Termasuk fenomena tari aura farming yang belakangan viral dan turut mengangkat nama festival ini ke dunia internasional.

Selain itu, Wapres menekankan pentingnya mengaitkan festival budaya dengan potensi ekonomi lokal lain yang dimiliki masyarakat Riau. “Dan kita ingin juga memunculkan potensi lokal, UMKM, dan juga mungkin kuliner khas Riau,” katanya.

Ia pun menegaskan kembali apresiasinya terhadap masyarakat Riau yang penuh semangat menjaga warisan leluhur ini. "Harapannya, ke depan bisa kita rawat terus, ya, warisan kebudayaan ini,” ucapnya.

Lebih jauh, Wapres mengingatkan keberlanjutan festival tidak hanya soal menjaga tradisi. Tetapi juga membutuhkan tata kelola yang baik agar semakin menarik minat wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Selanjutnya, Magnet Wisata Budaya Riau dan Internasional

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi dedikasi masyarakat, yang mengembangkan Pacu Jalur. Hal ini bahkan menjadikan Pacu Jalur menjadi ikon budaya sekaligus atraksi wisata mendunia.

"Semangat gotong royong inilah yang sejalan dengan arah kebijakan nasional. Utamanya, dalam pengembangan event unggulan daerah," kata Widiyanti saat membuka Festival Pacu Jalur Tradisional 2025, di Lapangan Limuno, Kuantan Singingi, Riau, Rabu (20/8/2025). 

Menurutnya, salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata tahun 2025 adalah Event by Indonesia. Program ini berfokus menghadirkan event berkelas dunia, melalui inisiatif strategis yakni 'Karisma Event Nusantara (KEN)'.

Festival Pacu Jalur sejak 2022, secara konsisten berhasil masuk daftar event unggulan KEN Kementerian Pariwisata. Bahkan, mampu menembus jajaran sepuluh besar, di tahun 2024.

Penyelenggaraan tahun lalu pun, mencatatkan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi. Yakni dapat menarik 1,4 juta pengunjung dan menghasilkan perputaran ekonomi masyarakat yang mencapai Rp42,16 miliar.

"Festival Pacu Jalur adalah contoh nyata event yang sukses tumbuh menjadi ikon budaya. Sekaligus magnet wisata," ujarnya.

Menurutnya, Pacu Jalur menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat menjadi instrumen diplomasi sekaligus penguat nation branding. "Festival ini mempertegas peran memperluas jangkauan pariwisata Indonesia di pasar domestik maupun mancanegara," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi, Abdul Wahid mengapresiasi sekaligus menyampaikan kebanggaannya karena Pacu Jalur telah mendunia. Ia mengatakan, Pacu Jalur bukan hanya warisan budaya, tetapi juga marwah Melayu yang membanggakan di mata dunia.

"Ini menjadi bukti bahwa budaya kita bukan sekadar peninggalan, melainkan jati diri yang menjulang di kancah global. Pacu Jalur kini berhasil menggaung dari Sungai Kuantan, hingga pentas internasional berkat partisipasi masyarakat," kata Wahid.

Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 berlangsung hingga 24 Agustus 2025, dengan target 1,5 juta pengunjung. Tahun ini penyelenggara menargetkan perputaran ekonomi masyarakat mencapai Rp75 miliar, dari kegiatan festival tersebut.


Selanjuntya, Juara Pacu Jalur 2025

Pada Festival Pacu Jalur 2025, Bintang Emas Cahaya Intan 2023 meraih juara pertama. Mereka berhasil mengalahkan Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam.

Perjalanan ke final, Bintang Emas Cahaya Intan 2023 menumbangkan Panglimo Rimbo Piako di semifinal. Sementara Tuah Datuk Keramat Imbang di Alam, utusan dari Inhu, memastikan tiket ke final usai menaklukkan Buayo Danau di pancang enam. 

Gubernur Abdul Wahid, kemenangan sejati dari ajang ini bukan hanya ditentukan di Sungai Kuantan. Lebih dari itu, bagaimana festival ini mampu dirawat, dijaga, dan terus dikembangkan sebagai warisan budaya bagi setiap generasi.


Jalur Bintang Emas Cahaya Intan 2023 keluar sebagai juara baru Festival Pacu Jalur tingkat nasional 2025 di Tepian Narosa, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Ahad (24/8/2025) (Foto: Dokumentasi)

Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan, kemenangan sejati dari ajang ini bukan hanya ditentukan di Sungai Kuantan. Lebih dari itu, menurutnya bagaimana festival ini mampu dirawat, dijaga, dan terus dikembangkan sebagai warisan budaya.

"Kemenangan yang sesungguhnya mari kita jadikan festival ini sebagai warisan budaya yang terus kita jaga, kita rawat dan kita kembangkan. Pacu jalur telah membuktikan dari bukan sekedar tradisi melainkan kekuatan pariwisata dan ekonomi yang menghidupi banyak UMKM hingga sektor perhotelan," katanya di Taman Pacu Jalur, Teluk Kuantan, Minggu (24/8/2025) malam.

Pagelaran ini, menurutnya tentu terus mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya secara langsung Wapres RI Gibran beserta para kabinet menteri terkait.

Selanjunya, Melly Mike Guncang Panggung Penutupan

Festival Pacu Jalur 2025 sendiri ditutup dengan penampilan bintang tamu utama, Melly Mike. Acara yang di gelar di Taman Jalur Teluk Kuantan ini dihadiri ribuan masyarakat.

Panggung utama berdiri megah yang berhadapan langsung di tepi Sungai Kuantan, dihiasi ornamen melayu dan sentuhan modern memanjakan mata. Dari kejauhan, sorotan lampu panggung berwarna-warni menembak ke langit menciptakan suasana magis yang sulit dilupakan. 

Acara ini dibuka dengan tarian kolosal oleh puluhan penari yang tampil dengan kostum penuh warna. Penampilan ini disambut tepuk tangan panjang, menandakan bahwa tradisi bisa bersanding harmonis dengan kreativitas generasi muda.

Melly Mike sendiri membuka penampilan dengan lagu-lagu hits yang membangkitkan semangat anak muda. Saat ia melantunkan “Young Black & Rich”, suasana semakin meriah disambut masyarakat yang hadir. 

Penonton larut dalam musik yang berpadu dengan tarian kolaboratif trend Aura Farming Pacu Jalur. Tarian tersebut dipandu langsung oleh Rayyan Arkhan Dikha, bocah yang viral akibat trend 'Aura Farming'.

"Halo Indonesia, apa kabar?. Salam Kayuah," ucap Melly Mike diseling pempilannya di Taman Jalur, Taluk Kuantan, Kuansing, Minggu (24/8/2025) malam.

Melly menuturkan rasa haru dan cintanya kepada masyarakat yang menyambutnya dengan penuh hangat. Ia menilai, keramahan warga lokal membuat semakin jatuh hati dengan Kuantan Singingi.

"Sejak saya tiba, anda telah membuat saya merasa sangat diterima. Kebaikan, senyuman, dan kemurahan hati anda, sungguh membuat saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri," kata Mike.

Rapper asal Melly Mike saat menyanyikan lagu “Young Black & Rich” yang viral akibat trend Pacu Jalur di Tepian Narosa, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Minggu (24/8/2025). Ia menyanyikan lagu tersebut sambal mengikuti tren Aura Farming Pacu Jalur bersama bocah yang viral Rayyan Arkhan Dikha. (Foto: Media Center Riau)

Ia menambahkan, sejak awal dirinya tidak pernah merasa sebagai orang asing di Kota Jalur. Kehangatan masyarakat, menurutnya, begitu tulus dan menyentuh.

"Saya tidak merasakan apapun selain cinta di sini. Saya harap anda melihat saya tidak hanya sebagai tamu, tetapi sebagai seseorang yang benar-benar peduli dengan tempat ini," ujarnya.

Melly juga menyampaikan betapa bersyukurnya ia bisa hadir dan menyaksikan secara langsung tradisi pacu jalur. Mike menegaskan, pengalaman di Kuansing akan selalu menjadi bagian berharga dalam hidupnya.

"Saya sangat berharap bisa kembali lagi suatu hari nanti. Saya sangat mencintai ini dan saya sangat mencintai kalian semua, sampai jumpa," katanya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....