Kemiskinan di Wonogiri Turun, Tapi Garis Kemiskinan Naik

  • 25 Sep 2024 11:04 WIB
  •  Surakarta


KBRN, Wonogiri: Garis kemiskinan di Kabupaten Wonogiri pada Maret 2024 tercatat mengalami kenaikan signifikan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri, Rahmad Iswanto, mengungkapkan bahwa garis kemiskinan per kapita per bulan kini mencapai Rp443 ribu, seiring dengan terus melonjaknya harga kebutuhan pokok. Namun di balik angka ini, terdapat kabar baik yakni jumlah penduduk miskin di Wonogiri justru mengalami penurunan.


"Jika kita lihat, saat ini Upah Minimum Kabupaten (UMK) Wonogiri sebesar Rp2.047.500, hampir setara dengan kebutuhan satu rumah tangga dengan lima anggota keluarga. Ini menunjukkan bahwa meskipun garis kemiskinan naik, jumlah penduduk miskin menurun," ujar Rahmad dalam keterangannya, Rabu (25/9/2024).


Berdasarkan data, pada Maret 2023, tingkat kemiskinan di Wonogiri mencapai 104,82 ribu jiwa atau 10,94%. Namun, pada tahun 2024, jumlah ini turun menjadi 102,57 ribu jiwa, setara dengan 10,71%. Penurunan sebesar 2,25 ribu jiwa ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran masyarakat terkait kenaikan harga bahan pokok.


Rahmad menekankan pentingnya stabilitas harga bahan pokok seperti beras, daging ayam, tempe, minyak goreng, telur, cabai, serta bawang merah dan bawang putih. Menurutnya, inflasi dan harga kebutuhan pokok menjadi faktor penting yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan ekonomi terbawah.


"Kenaikan garis kemiskinan sebesar 6,91% di tahun 2023 adalah yang tertinggi se-Solo Raya. Ini menjadi pengingat bahwa inflasi memiliki dampak langsung terhadap kemampuan kita mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok," ujarnya.


Selain jumlah penduduk miskin, Rahmad juga menyoroti pentingnya melihat indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan. Indeks kedalaman mencerminkan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan, sementara indeks keparahan menggambarkan tingkat ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin itu sendiri.


"Dengan penurunan jumlah penduduk miskin ini, kita juga harus tetap waspada pada indeks kedalaman dan keparahan. Karena ini menunjukkan seberapa besar kesenjangan ekonomi yang masih harus diatasi di antara kelompok miskin itu sendiri," ucapnya.


Dengan angka kemiskinan yang menurun namun garis kemiskinan yang terus meningkat, tantangan ekonomi bagi masyarakat Wonogiri ke depan semakin kompleks. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengurangi kesenjangan ekonomi, terutama di kalangan masyarakat miskin. (Ase)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....