Kim Kardashian Bersiap Hadiri Sidang Perampokan di Prancis

  • 15 Apr 2025 06:09 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Pengadilan Prancis akan menggelar persidangan terhadap enam orang terdakwa mulai 28 April 2025 dalam kasus perampokan spektakuler yang menimpa bintang reality show Kim Kardashian pada tahun 2016. Aksi kriminal yang terjadi di tengah gemerlap Paris Fashion Week itu membuat dunia gempar, saat Kardashian dirampok di apartemen mewahnya oleh sekelompok pria bertopeng yang menyamar sebagai polisi.

Para pelaku berhasil membawa kabur perhiasan senilai sekitar enam juta euro, termasuk sebuah cincin berlian 18,88 karat yang diberikan oleh Kanye West, suaminya kala itu. Perampokan ini digambarkan sebagai aksi kejahatan terbesar terhadap individu di Prancis dalam dua dekade terakhir.

Mengutip dari France24, persidangan dijadwalkan berlangsung hingga 23 Mei 2025, dengan Kim Kardashian diperkirakan hadir memberikan kesaksian pada 13 Mei 2025.

Salah satu tokoh utama dalam kasus ini adalah Aomar Ait Khedache, pria yang dijuluki "Old Omar". Ia diyakini sebagai otak di balik perampokan tersebut dan ditangkap empat bulan setelah kejadian bersama para tersangka lainnya di Paris dan Prancis selatan.

Dua hakim penyidik telah memutuskan untuk membawa kasus ini ke hadapan juri dengan mekanisme hukum yang hanya digunakan untuk kasus-kasus kriminal serius di Prancis. Para terdakwa menghadapi dakwaan termasuk perampokan bersenjata, penculikan, dan keterlibatan dalam sindikat kriminal.

Kejadian mencekam itu terjadi pada malam 2 Oktober 2016. Sejumlah pria menyusup ke penginapan Kardashian, sebagian berpura-pura sebagai petugas kepolisian. Mereka mengancam Kardashian dengan senjata api, memaksanya menyerahkan cincin berlian yang ia kenakan, lalu mengikat dan mengurungnya di kamar mandi.

Sementara itu, tiga pelaku lainnya berjaga di bagian resepsionis, dan satu orang lainnya telah siap menunggu di dalam mobil pelarian.

Tak hanya cincin berlian, para perampok juga membawa sejumlah perhiasan emas dan berlian lain. Namun tidak semua rampasan berhasil mereka amankan. Salah satu pelaku, Yunice Abbas, menjatuhkan salib berlian senilai 30.000 euro saat kabur dengan sepeda yang kemudian ditemukan oleh seorang warga.

Meski sebagian kecil barang bukti ditemukan, sebagian besar hasil perampokan hingga kini belum berhasil dilacak dan diduga telah dijual di pasar gelap, kemungkinan besar di Belgia.

Kasus ini bukan hanya mengungkap kelemahan sistem keamanan selebriti di ibu kota mode dunia, tetapi juga menjadi sorotan internasional mengenai jaringan kejahatan terorganisir yang beroperasi di balik gemerlapnya kota Paris.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....