Pascapandemi, Nucleus Farma Serius Garap Suplemen Herbal

KBRN, Jakarta: Salah satu berkah tersembunyi dari pandemi Covid-19 adalah masyarakat jadi semakin aware terhadap kesehatan. Tak ada momen di mana masyarakat begitu menyadari betapa pentingnya kesehatan selain di masa pandemi ini. Masyarakat pun berlomba-lomba untuk meningkatkan imunitas tubuh guna menghindari penularan virus corona. Permintaan obat dan multivitamin berbasis bahan alam pun meningkat. Masyarakat cenderung memilih obat dan multivitamin natural dengan pertimbangan tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

Sebagai perusahaan bio-tech yang berfokus pada produk-produk inovatif natural, Nucleus Farma (PT Natura Nuswantara Nirmala) gencar mengedukasi pasar di masa pandemi.

“Semua orang saat ini cukup sulit dalam situasi pandemi Covid-19. Memelihara kesehatan dan pengobatan untuk penderita menjadi hal yang mahal dari sisi ekonomi, termasuk pada pasien Covid-19. Nucleus Farma dengan produk unggulannya Onoiwa MX memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, sangat efektif dalam memelihara kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh. Dan terbukti secara ilmiah sebagai terapi adjuvant dalam pengobatan dan penyembuhan pasien Covid-19,” jelas Edward Basilianus, CEO Nucleus Farma.

Di tengah kompetisi yang ketat dan masa pandemi, Nucleus Farma banyak melakukan uji klinis terhadap beberapa produk untuk beberapa indikasi penyakit, di antaranya uji klinis Onoiwa MX untuk pasien penderita Covid-19 skala ringan-menengah dan pasien Covid-19 dengan indikasi pneumonia.

"Onoiwa MX merupakan inovasi produk albumin dalam bentuk sediaan likuid yang mengandung ekstrak ikan gabus (Channa striata), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), serta daun kelor (Moringa oleifera).

Penelitian uji klinis tersebut, tegasas Edward, didukung dan diakui oleh dua jurnal internasional, yaitu European Journal of Molecular and Clinical Medicine dan Teikyo Medical Journal volume 44 Issue 4.

“Terbukti Onoiwa MX dapat menjadi terapi adjuvant untuk penyembuhan pasien Covid-19. Hal ini menambah kepercayaan publik dan konsumen terhadap produk-produk Nucleus Farma terutama Onoiwa, sehingga meningkatkan penjualan secara signifikan,” lanjut dia.

Edukasi ke Kalangan Medis

Selain melakukan serangkaian uji klinis, Nucleus Farma juga gencar mempromosikan keunggulan produknya melalui berbagai webinar yang dihadiri para pemangku dunia kesehatan, seperti dokter dan pegiat kesehatan masyarakat. Contohnya, pada Maret 2021 lalu, Nucleus Farma berpartisipasi dalam webinar PIKTI (Perkumpulan Induk Organisasi Kesehatan Tradisional Indonesia). Di bulan yang sama, Nucleus Farma juga terlibat dalam webinar “Manfaat Intervensi Oral Albumin Terhadap Status Nutrisi Pasien Gagal Ginjal Kronis”. Pada webinar ini antara lain dibahas tentang manfaat albumin yang terkandung dalam Onoiwa.

“Strategi marketing kami bukan langsung ke customer. Kami melakukan edukasi ke para dokter. Karena produk obat kami prescribe (obat resep dokter), berarti influencer-nya dokter, contohnya melalui acara webinar seputar kesehatan, dengan cara para key opinion leader memaparkan manfaat penggunaan obat kita pada kasus tertentu,” tutur Edward pada kesempatan Penjurian Marketing Award 2021.

Meski begitu, bukan berarti Nucleus Farma tidak membangun awareness ke masyarakat umum. Melalui pemberian donasi produk-produk Nucleus Farma, termasuk Onoiwa MX, masyarakat luas jadi mengenal Nucleus Farma dan produknya. Bahkan, banyak masyarakat yang memberikan testimoni positif setelah mengonsumsi produk Nucleus Farma.

Nucleus Farma pernah berdonasi ke beberapa rumah sakit, terutama yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Antara lain bantuan produk Onoiwa MX dan Rafa Khomsah untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19, di Wisma Atlet, Kemayoran - Jakarta. Nucleus Farma juga pernah mendonasikan 2.500 boks Onoiwa kepada para lansia yang ikut vaksinasi di Kolese Kanisius. Kegiatan donasi ini merupakan bagian dari program CSR perusahaan.

“Memang testimoni pasien (konsumen) bagian dari promosi kita, tapi terlepas dari ini tetap kualitas nomor satu. Untuk testimoni bisa diakses di akun media sosial kami di Facebook, Instagram, dan YouTube. Sebelum minta testimoni pasien kami melakukan uji klinis. Testimoni bisa diterima masyarakat, tapi tidak bisa diterima kalangan dokter. Dokter tetap membutuhkan evidence based,” tuturnya lagi.

Selain Onoiwa, Nucleus Farma memilik produk berbasis alam lainnya seperti Rafa Khomsah, Onogate, Onoake, dan Onogra. Adapun merek yang kontribusinya paling besar yaitu Onoiwa, dengan pertumbuhan penjualan mencapai lebih dari 50% dalam tiga tahun terakhir.

“Seiring dengan perubahan situasi dan kondisi, Nucleus Farma akan terus beradaptasi dan berinovasi termasuk strategi marketing yang dijalankan akan terus kami upgrade dan pertahankan apa yang sudah baik,” tutur Edward saat ditanya tentang strategi marketing ke depan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar