BRIN Duga Produk Ilegal Masuk Melalui Pelabuhan Gelap

  • 08 Agt 2024 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Peneliti Utama BRIN Syahrir Ika menduga masuknya produk ilegal asal Tiongkok melalui pelabuhan gelap yang tidak diawasi. Untuk itu, kementerian dan lembaga terkait harus mengawasi intensif pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

“Wilayah kita begini luas. Itu memungkinkan produk ilegal itu malah banyak,” kata Syahrir. Hal itu dikatakan dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis (8/8/2024).

Syahrir mengatakan, banjir produk-produk asal Tiongkok. Karena produksi barangnya mengalami surplus sehingga skema ekspor dilakukan dari negara tersebut.

“Kalau di dalam negeri pasar sudah jenuh. Maka tentu mereka akan keluar bawa barang-barang ke luar negeri cari market yang besar,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu pasar yang besar di dunia adalah Indonesia. Sehingga, Tiongkok mengekspor barangnya ke Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Koperasi dan UKM memperkirakan impor tekstil ilegal. Mengakibatkan negara kehilangan pendapatan hingga Rp6,2 triliun setiap tahunnya.

Plt. Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM Temmy Setya Permana mengatakan bahwa berdasarkan simulasi yang dilakukan oleh timnya. Negara kehilangan pendapatan dari pajak sebesar Rp1,4 triliun per tahun. Sementara itu, kerugian dari sisi bea cukai mencapai Rp4,8 triliun per tahun.

“Banyaknya barang masuk yang tidak tercatat tanpa bea masuk ini akan mendistorsi harga di pasar. Karena harga pakaian impor ini dijual dengan harga yang sangat murah,” kata Temmy dalam diskusi media di Jakarta, Selasa (6/8/2024) seperti dikutip Dikutip Antaranews.com.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....