Indeks Persepsi Korupsi Menurun, DPR: Alarm Keras
- 12 Feb 2026 09:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas merespons, laporan Transparency International Indonesia (TII). Laporan TII mengungkap, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025 berada di skor 34.
Politikus PKB ini menilai, laporan TII tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah. Peringkat IPK tersebut, menunjukkan bahwa persepsi terhadap korupsi di Indonesia masih buruk.
“Laporan yang disampaikan TII ini tidak bisa dianggap angin lalu. Skor 34 dan turunnya peringkat Indonesia menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan," kata pria yang akrab disapa Hasbi ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 12 Januari 2026.
Bahkan, menurutnya, data tersebut menunjukkan IPK Indonesia setara dengan Nepal. Oleh karenanya, laporan itu harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap strategi pemberantasan korupsi yang selama ini dijalankan.
Ke depannya, Hasbi meminta, KPK segera menyusun 'roadmap' pencegahan dan pemberantasan korupsi. Pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia, harus lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“KPK bersama penegak hukum lainnya harus menyusun roadmap yang jelas, dengan indikator kinerja yang konkret. Tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat pencegahan secara sistematis,” ucap Hasbi.
Kemudian, ia mendorong, KPK dan aparat penegak hukum (APH) lebih aktif melakukan sosialisasi dan edukasi antikorupsi kepada masyarakat. Karena, penguatan budaya antikorupsi harus dimulai dari peningkatan kesadaran publik.
“Sosialisasi dan pendidikan antikorupsi harus digencarkan, baik di lingkungan pemerintahan, dunia usaha, maupun masyarakat luas. Tanpa kesadaran kolektif, upaya pemberantasan korupsi tidak akan efektif,” ujar Hasbi.
Diketahui, Laporan TII mengungkap, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025 berada di skor 34. Angka tersebut, turun 3 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 37.
Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati peringkat 109 dari 180 negara yang disurvei. Posisi ini merosot dibandingkan tahun 2024, di mana Indonesia berada di peringkat 99.
Bahkan, skor Indonesia kini sejajar dengan sejumlah negara. Seperti, Aljazair, Nepal, Malawi, Sierra Leone, Laos, dan Bosnia & Herzegovina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....