KPK Pelajari Laporan Kekayaan Pejabat Kejagung

  • 26 Agt 2024 23:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Komisi Pemberantasa Korupsin (KPK) menegaskan sedang mempelajari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Asri Agung Putra pejabat Kejagung. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Deputi pencegahan dan monitoring KPK, Pahala Nainggolan merespone LHKPN pada tahun 2020 dan 2021.

“Sedang dilihat nih. Sedang ditelaah LHKPN nya termasuk yang tahun sebelumnya,” kata Pahala saat dikonfirmasi, Senin (26/8/2024).

Diketahui, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kesamaan nilai dalam LHKPN Asri Agung Putra selaku Staf Ahli Jaksa Agung. Selama periode itu, Staf Ahli Jaksa Agung tak mencatatkan kenaikan maupun penurunan kekayaan yang berjumlah Rp3.495.200.407.

Pahala menyebut jika ditemukan kejanggalan dalam pelaporan LHKPN, KPK bakal melakukan klarifikasi. “Kalau ada yang signifikan diklarifikasi (Asri Agung Putra),” katanya.

Asri menjadi sorotan setelah menantunya, Dwi Okta Jelita atau Jelita Jeje mengungkapkan fasilitas pejabat di media sosial. Ia mengungkapkan bahwa keluarganya sering mendapat fasilitas dari pengusaha jika bepergian ke luar negeri.

“Ehh bentar, jet pribadi kan udah dibuktikan itu bukan jet pribadi milik negara. Lagian sekelas presiden kl pergi jalan2 jg bukan kantong pribadi x aplgi duit negara (ini pikiran orang awam aja yg ga tau) ,” kata Jelita Jeje dalam pesan yang dikirimkan melalui DM lewat akun Instagram @jelitajee yang kemudian diviralkan akun X, @anibutnotaniani.

Dalam medsosnya, Jelita mengungkapkan bahwa ia bersama keluarga disuruh oleh para pengusaha untuk memilih sendiri hotel dan maskapai . Jelita mengaku banyak tahu dari sang mertua, yakni Asri Agung Putra yang merupakan pejabat di Kejagung.

“Gue jg jd bnyk tau dari mertua gue, kita kl kluar negeri itu d cover sm pengusaha2. Emang ngasih fasilitas tanpa diminta, disuruh milih mau nginep di mana, naik pesawat apa, gak pernah pusing,” katanya.

Sementara, Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar menegaskan, pihaknya tidak mau menduga-duga soal berkembangnya informasi tersebut. Sebab, informasi itu muncul dari ranah pribadi.

"Informasi itu kan muncul di ranah pribadi atau keluarga. Kita nggak tau apa motivasi yang bersangkutan menyampaikan hal seperti itu, itu yang harus diungkap dulu, kalau ternyata karena emosi atau persoalan keluarga?," kata Harli Siregar ketika dikonfirmasi, Minggu (25/8/2024).

Harli menegaskan, polemik itu sama sekali tidak berkaitan dengan instansinya. "Tidak ada kaitannya dengan institusi ya," kata Harli.

Saat disinggung, apakah akan mengklarifikasi langsung terhadap Jaksa Asri Agung terkait munculnya dugaan itu, Harli belum memberikan kepastian. "Nanti kita lihat ya," kata Harli.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....