Kecanduan Judi Online, Masih Bisa Sembuh? Begini Kata Ustad
- 27 Jun 2024 22:42 WIB
- Lhokseumawe
KBRN,Lhokseumawe: Perbuatan Judi merupakan aktifitas yang sangat dilarang dalam islam. Bahkan berjudi dianggap sama dengan perbuatan maksiat lain, seperti narkoba dan berhala. Demikian disampaikan Ustad Muhammad Rahmad S.Hi,. MH saat menjadi narasumber dalam siaran Dialog Hijrah, di Pro 1 RRI Lhokseumawe, Kamis (27/6/2024).
Ustad Rahmad juga menyampaikan satu ayat, yang menjelaskan tentang perbuatan judi yaitu “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung”. (QS. Al-Maidah Ayat 90).
Menurut hasil survey Litbang Kompas, Indonesia merupakan negara nomor 1 didunia sebagai member judi online. Sementara hasil pendataan Kominfo, ada sekitar 2,3 juta orang terpapar judi online," Ini menunjukan bahwa perbuatan judi sudah di level darurat,"tegas Ustad Rahmad.
Secara analisis fiqih, kriteria perbuatan yang bisa dikatakan judi yakni, adanya sekelompok orang yang mempertaruhkan hartanya, ada kalah dan menang, ada yang diuntungkan dan dirugikan. "Sesuatu harta yang bernilai di pertaruhkan, contohnya seperti judi slot yang marak dimainkan oleh mereka yang muda maupun tua,"ungkapnya.
Perbuatan judi merupakan penyakit sosial, yang berdampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. Berjudi dapat menumbuhkan sifat malas dan menghilangkan kepercayaan kepada Allah SWT. "Bahkan seorang penjudi tidak segan melakukan tindak kriminal seperti mencuri dan sebagainya,"kata Ustad Rahmad yang merupakan pengurus Tastafi Lhokseumawe.
Untuk mencegah perbuatan judi, Ustad Rahmad menyampaikan beberapa solusi, yakni menanamkan nilai keimanan dalam diri, sehingga timbul rasa takut untuk berbuat dosa. Jauhi kelompok/tempat perjudian serta mendekatkan diri dengan komunitas saleh. "Sekarang ini banyak komunitas positif, seperti Da'i milineal, GPS dan SMS yang mampu terus menebalkan keimanan kita,"jelasnya.
Mereka yang sudah terlanjur masuk dalam perjudian masih bisa sembuh, asalkan memiliki niat untuk taubat dengan sungguh,. Peran paling besar untuk dapat merubah seseorang dari pengaruh judi yakni orang terdekat. "Orang tua,istri dan anak adalah sosok yang mampu melunakkan hati seorang penjudi, dengan cara beri nasihat yang baik yang dapat menyentuh hati,"pungkas Ustad Rahmad menutup siaran Hijrah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....