Dua Penggerak Desa Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden

  • 21 Agt 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dua Penggerak Desa Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden
  • berkontribusi mengembangkan potensi desa menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.
  • Mereka adalah Zainul Arifin dari Desa Sejahtera Astra Ketapanrame dan Nur Ahmadi dari Desa Sejahtera Astra Wukirsari

RRI.CO.ID, Jakarta - Dua penggerak Desa Sejahtera Astra menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI. Mereka dinilai berkontribusi mengembangkan potensi desa menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.

Keduanya yakni Zainul Arifin dari Desa Sejahtera Astra Ketapanrame dan Nur Ahmadi dari Desa Sejahtera Astra Wukirsari. Penghargaan diserahkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Satyalencana Kepariwisataan merupakan tanda kehormatan yang diberikan kepada individu atas jasa dan kontribusinya dalam pengembangan sektor pariwisata. Kiprah keduanya dinilai turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan, mereka telah mendapatkan pendampingan melalui program Desa sejak 2023. "Astra mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh kedua penggerak Desa Sejahtera Astra yang mendapatkan pendampingan sejak tahun 2023,” ujar Boy dalam keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi capaian bagi kedua penggerak desa. Tetapi juga masyarakat yang terlibat dalam pengembangan potensi daerahnya.

“Penghargaan ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa yang tak lelah berinovasi. Semoga dapat menularkan inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berkarya dan tumbuh bersama Indonesia,” katanya.

Zainul Arifin mengubah tanah kas Desa Ketapanrame di Trawas, Mojokerto, menjadi destinasi wisata Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong. Pengembangan destinasi tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat desa melalui investasi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

Program itu turut mendorong aktivitas ekonomi warga serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Sementara Nur Ahmadi mengembangkan potensi wisata Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Salah satu potensi yang dikembangkan adalah Batik Tulis Giriloyo. Pengembangan produk tersebut membuka ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperluas pengenalan Desa Wukirsari hingga tingkat internasional.

Desa Wukirsari kemudian meraih penghargaan The Best Tourism Village 2024 dari United Nations Tourism. Kiprah kedua penggerak menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra yang mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....