Soal Blueray, Pembela Tekankan Sikap Kooperatif Terdakwa

  • 14 Jun 2026 00:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Tim penasihat hukum terdakwa John Field, Andry, dan Dedy Kurniawan Sukolo menekankan fakta persidangan serta sikap kooperatif dalam perkara Blueray Cargo di Tipikor Jakarta Pusat. Dalam closing statement, kuasa hukum menegaskan para terdakwa bersikap terbuka sejak awal proses hukum berlangsung.

Kuasa hukum menyampaikan para terdakwa tidak menghalangi proses penyidikan maupun persidangan yang sedang berjalan di pengadilan. “Para terdakwa sejak awal bersikap kooperatif dan tidak pernah berupaya menghalangi proses hukum yang sedang berjalan,” ujar penasihat hukum Blueray, Dinalara Dermawati Butar-butar dalam siaran pers tertulis, Sabtu, 13 Juni 2026.

Mereka juga menyebut para terdakwa tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak memengaruhi saksi dalam perkara tersebut. “Para terdakwa tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, tidak memengaruhi saksi,” kata Dinalara.

Selain itu, terdakwa disebut secara terbuka mengakui adanya pemberian kepada sejumlah pihak terkait dalam perkara dugaan suap impor tersebut. “Secara terbuka mengakui adanya pemberian kepada sejumlah pejabat Bea dan Cukai yang kini telah diproses,” ujarnya.

Kuasa hukum menilai perkara ini merupakan bagian dari rangkaian peristiwa yang lebih luas dan tidak berdiri sendiri. Mereka juga menyoroti adanya pihak lain yang disebut dalam persidangan namun tidak seluruhnya diproses dalam perkara yang sama.

“Kami menyampaikan hal ini demi tegaknya asas persamaan di hadapan hukum atau equality before the law. Tujuannya, agar seluruh pihak diperlakukan sama,” ujar Dinalara.

Selain itu, pembela menyoroti dampak operasional Blueray Cargo yang disebut menghadapi tingkat penjaluran tinggi dibanding perusahaan lain di sektor serupa. Kondisi tersebut dinilai menjadi bagian dari latar belakang munculnya perkara yang sedang disidangkan.

Kuasa hukum juga menyinggung dampak sosial terhadap karyawan perusahaan yang jumlahnya disebut menurun signifikan dalam beberapa waktu terakhir. “Di balik angka-angka tersebut terdapat ribuan keluarga yang kehilangan sumber penghidupan dan harapan masa depan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....