Ketua Yudisial Tetap Mengajar Menjaga Nurani Hukum Indonesia
- 12 Mei 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi Yudisial (KY) Abdul Chair Ramadan memasuki ruang baru pengawasan kehakiman dengan kebiasaan lama mengajar mahasiswa. Ia juga tidak mengubah ritme akademiknya sejak puluhan tahun.
Baginya, ruang kuliah menghadirkan latihan moral sebelum mengambil keputusan kelembagaan. Ia terbiasa menguji gagasan hukum melalui perdebatan mahasiswa dan bacaan terbaru.
Minatnya terhadap hukum tumbuh dari rumah yang dekat dengan profesi kejaksaan. Ayahnya sering mengenalkan literatur pidana ketika usianya masih sangat muda.
Kebiasaan membaca kemudian membentuk cara pandangnya terhadap integritas lembaga peradilan. Ia menilai kehormatan institusi harus dijaga melalui keteladanan pribadi sehari-hari.
Di tengah tekanan jabatan, Abdul mempertahankan filosofi hidup sederhana bernama 3S. Baginya, kesehatan, semangat, dan kesejahteraan menopang kejernihan berpikir.
Kesibukan birokrasi justru membuatnya semakin menikmati diskusi ilmiah selepas bekerja. Ia jarang mencari hiburan mewah karena buku hukum dianggapnya lebih menenangkan.
“Kalau mengajar, saya tidak pernah merasa sedang meninggalkan panggilan hidup. Ruang kelas membuat saya terus belajar memahami keadilan dari sudut berbeda,” kata Abdul di Podcast Pro3 RRI, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Dukungan keluarga menjadi penyangga emosional ketika dinamika politik hukum terus bergerak cepat. Ia percaya doa istrinya membantu menjaga ketenangan selama mengikuti proses seleksi.
Abdul melihat kepemimpinan bukan sekadar kewenangan, melainkan tanggung jawab menjaga kepercayaan publik.
Karena itu, ia tetap kembali mengajar untuk menjaga nurani hukumnya tetap hidup.
Selengkapnya tonton di kanal YouTube RRI Pro3 https://youtu.be/vA7r47i9BVo?si=BFTff-UMLIZYY_Ox
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....