Pascanarapidana Narkoba, 100 Petugas Lapas Pemuda Tangerang Dites Urin

  • 09 Mei 2026 00:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 100 petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang dilakukan tes urin
  • Pascadua narapidana (warga binaan) Lapas tersebut kedapatan memiliki berbagai jenis narkotika dalam kamar tahanan

RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 100 petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang dilakukan tes urin. Hal itu pascadua narapidana (warga binaan) Lapas tersebut kedapatan memiliki berbagai jenis narkotika dalam kamar tahanan.

"Sebagai langkah konkret, kegiatan dilanjutkan dengan tes urin kepada 100 petugas pengamanan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh BNN Kota Tangerang," ujar Kalapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Mohamad Fadil, Jumat, 8 Mei 2026.

Fadil menegaskan hasil pemeriksaan menunjukkan 100 persen petugas dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. "Ini komitmen jajaran pengamanan dalam menjaga integritas dan profesionalisme pelaksanaan tugas," ucapnya.

Diketahui, Direktorat Kepatuhan Internal pada Dirjenpas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memeriksa Eks Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Yogi Suhara. Ditambah lagi, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Yongki Alexander serta 14 petugas lainnya.

Hal tersebut pascadua narapidana (warga binaan) pada Lapas tersebut kedapatan memiliki berbagai jenis narkotika dalam kamar tahanan. Kepala Kantor Wilayah Ditjendpas Banten, M. Ali Syeh Banna mengatakan 16 orang petugas yang diperiksa.

Mereka termasuk Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Yogi Suhara dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Yongki Alexander. "Sedang dalam pendalaman dan bila terbukti bersalah pegawai tersebut akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.

Ali juga mengatakan Kanwil Ditjenpas Banten juga telah menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis. Khususnya untuk menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan baik.

"Kami juga sudah menginstruksikan untuk perketat penggeledahan, perbanyak razia, sosialisasikan ke jajaran dan warga binaan. Lalu tindak tegas yang bermain sesuai ketentuan yang berlaku," kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....