Mensos Kecam Kekerasan Seksual di Pati, Kirim Tim dampingi Korban
- 08 Mei 2026 08:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos kecam keras kasus kekerasan seksual di pesantren Pati
- Kemensos turunkan tim untuk dampingi korban dan keluarga
- Pendampingan mencakup layanan psikososial dan residensial
- Pemerintah tegaskan pesantren harus jadi ruang pendidikan aman
- Asesmen korban dilakukan sebagai dasar intervensi lanjutan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengecam kasus kekerasan seksual terhadap santriwati di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kementerian Sosial juga menurunkan tim untuk mendampingi korban.
Kasus diduga melibatkan pimpinan pondok pesantren di wilayah tersebut. Pemerintah menilai pesantren tidak boleh disalahgunakan untuk tindakan menyimpang.
“Kami mengecam keras dan sungguh-sungguh mengutuk pesantren dijadikan kedok. Pesantren harus menjadi ruang pendidikan yang aman,” kata Saifullah Yusuf dalam rilis resmi Kemensos, Kamis, 7 Mei 2026.
Kemensos langsung melakukan asesmen terhadap korban dan keluarga. Pendampingan dilakukan melalui komunikasi bertahap dengan keluarga korban.
“Kita asesmen dan lakukan pembicaraan lebih lanjut dengan keluarga. Tim Kemensos sudah ada di sana,” ucapnya.
Kemensos juga menyiapkan layanan lanjutan bagi korban. Dukungan mencakup layanan psikososial dan residensial untuk pemulihan korban.
Fasilitas layanan disebut telah tersedia di wilayah Pati. Pemerintah ingin mempercepat pemulihan mental dan fisik korban.
Menurut Gus Ipul, kasus tersebut menjadi momentum memperkuat sistem pendataan sosial. Data dinilai penting untuk mempercepat intervensi pemerintah.
“Kalau datanya akurat, pemerintah bisa bertindak lebih cepat. Dukungan dan intervensi juga lebih tepat sasaran,” katanya.
Kemensos juga akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik terkait kondisi keluarga korban. Pengukuran dilakukan sebagai dasar intervensi lanjutan.
“Insya Allah nanti kita ketahui setelah dilakukan pengukuran. Itu akan menjadi dasar tindak lanjut,” ucap Gus Ipul.
Ia mengajak seluruh pihak memperketat pengawasan di lingkungan pendidikan. Namun pemerintah meminta masyarakat tidak menggeneralisasi seluruh pesantren.
“Banyak pesantren mendidik santri dengan sungguh-sungguh. Jangan disamaratakan,” katanya.
Gus Ipul menegaskan seluruh santri harus mendapat perlindungan. Pemerintah juga menyiapkan pendekatan rehabilitasi dan pemberdayaan.
“Kita harus jaga para santri ini. Tidak hanya korban, tetapi juga santri lainnya,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....