KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Suap Ditjen Perkeretaapian
- 13 Apr 2023 05:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus dugaan suap di lingkungan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub. Mereka ditetapkan sebagai tersangka melalui gelar perkara dan pemeriksaan intensif usai diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Semarang dan Jakarta, Selasa (11/4/2023).
"KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji, terkait proyek pembangunan serta pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Ditjen Perkeretaapian. Total tersangka ada 10 orang," kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (13/4/2023) malam.
Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Direktur Prasarana Perkeretaapian dengan inisial HT, PPK Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah BS, Kepala BTP Jabagteng PS; PPK BPKA Sulsel AA; PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian F, PPK BTP Jabagbar SPH. Kemudian Direktur PT Istana Putra Agung DRS, Direktur PT Dwifarita Fajarkharisma MH, Direktur PT KA Manajemen Properti YI, dan VP PT KA Manajemen Properti P
Beberapa di antara jalur kereta api yang membuat mereka tersangkut kasus adalah Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso, KA Trans Sulawesi, hingga proyek konstruksi di Lampegan, Cianjur. Mereka juga menerima suap terkait proyek perbaikan perlintasan sebidang Jawa-Sumatera.
Menurut Tana dalam sejumlah proyek itu para pejabat di Ditjen Perkeretaapian Kemenhub menerima suap dari para pihak swasta selaku pelaksana proyek. Angka suap sekitar lima sampai 10 persen dari nilai proyek.
"Dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek diduga telah terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek oleh pihak-pihak tertentu. Pengaturan dilakukan melalui rekayasa sejak proses administrasi sampai penentuan pemenang tender," kata Tanak.
Secara total, para pejabat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub itu menerima suap sekitar Rp 14,5 miliar dari para pihak swasta. Namun, KPK memastikan bakal terus mengembangkan kasus ini dan menelusuri adanya suap lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....