Ulasan Novel “Seribu Wajah Ayah” oleh Nurul Ala

  • 05 Agt 2024 22:45 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Buku berjudul “Seribu Wajah Ayah” karya Nurul Ala, menawarkan sebuah narasi yang mendalam dan emosional mengenai sosok ayah dan hubungan yang terjalin antara seorang ayah dan anaknya. Mengusung tema nostalgia dan penyesalan, buku ini mengisahkan perjalanan seorang anak yang menggali kembali kenangan-kenangan bersama ayahnya melalui sepuluh kepingan foto yang ada dalam album lama.

Cerita dimulai dengan kelahiran seorang anak yang sangat dinantikan oleh sepasang suami istri. Sayangnya, tragedi terjadi ketika sang ibu meninggal dunia setelah melahirkan, memaksa sang ayah untuk menjalani peran ganda sebagai ayah sekaligus ibu. Buku ini menggambarkan kisah melalui sudut pandang anak yang disebut sebagai “kamu,” yang kini harus menghadapi kenyataan pahit ketika sang ayah telah meninggal dunia, sementara dirinya terlambat menyadari nilai keberadaan ayahnya.

Dalam buku ini, sepuluh foto dalam album tersebut masing-masing menyimpan cerita dan makna yang berbeda. Dari "Tangisan di Balik Tangisan" hingga "Tak Ada yang Abadi," setiap foto membawa pembaca pada refleksi mendalam mengenai kehidupan, cinta, dan keabadian. Alur mundur yang digunakan mengajak pembaca untuk mengikuti perjalanan emosional “kamu” dari masa kini ke masa lalu, membuka kembali kenangan-kenangan berharga yang mengisahkan berbagai aspek kehidupan bersama sang ayah.

Nurul Ala, penulis yang lahir di Lampung Tengah pada 16 Maret 1993, melalui karya ini berhasil menyoroti berbagai aspek hubungan ayah dan anak dengan sentuhan yang penuh pengertian dan kehangatan. Secara keseluruhan, “Seribu Wajah Ayah” adalah sebuah bacaan yang sangat baik, terutama bagi remaja dan orang dewasa yang ingin lebih menghargai hubungan mereka dengan orang tua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....