Cara Budidaya dan Pemijahan Ikan Koi

  • 13 Jun 2024 14:12 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta : Ikan Koi adalah sejenis ikan hias yang artinya "karper", merupakan variasi pembiakan secara selektif dari ikan mas (Cyprinus carpio) yang dibawa ke Indonesia oleh Kaisar Jepang saat kunjungan negara pada tahun 1991. Ikan ini banyak dikembangbiakkan karena memiliki keindahan dan keunikan.

Deo Rizky Pramudyo, Pengelola Pengembangan Budidaya dan Pemasaran Perikanan, UPT Aneka Usaha Perikanan (AUP) Dispangtan Surakarta di acara Mozaik Indonesia (Selasa, 11/6/2024) mengatakan, pertama masuk ke Indonesia tahun 1991, ikan Koi merupakan hasil silangan dari ikan mas jenis karper asal Jepang dengan Ikan mas varietas flavipinnis yang ada di Indonesia.

"Perkawinan silang yang panjang sampai menghasilkan 5 varietas ikan koi yang mempunyai jumbai pada bagian ekor dan sirip perutnya berukuran panjang. Bentuk inilah yang membedakan ikan koi Indonesia dan ikan koi Jepang”, kata Deo.

Dijelaskan, budidaya dan pemijahan ikan koi bisa dilakukan dengan mudah apabila mengikuti tatacara yang benar, yaitu membuat kolam ikan yang didasanya diberi tanah yang dibiarkan kering selama satu minggu kemudian ditambahkan gamping untuk mengurangi keasaman tanah. Ukuran kolam ikan koi yang direkomendasikan adalah 3×6 meter dengan kedalaman 60 cm dan ketinggian air 40 cm. Kolam harus mendapatkan intensitas sinar matahari yang cukup agar kesehatan ikan koi tetap terjaga. Selain itu, siapkan juga lubang pada kolam untuk sirkulasi air.

Langkah selanjutnya menyiapkan tempat khusus untuk pemijahan ikan koi dengan tali rafia atau ijuk dan sebatang bambu dengan menancapkan bambu pada kolam sebagai penyangga, kemudian rekatkan tali rafia atau ijuk pada bambu.

”Memilih indukan yang berkualitas dan siap dikawinkan snget penting untuk menghasilkan anakan yang bagus,dan tebarkan ke dalam kolam satu jam kemudian campurkan dengan ikan pejantan biarkan mereka kawin sampai indukan ikan koi bertelur yang menempel di kakapan/sarangan yang sudah disiapkan tadi,” jelannya.

Setelah indukan bertelur segera pindahkan indukan dan pejantan ke kolam lain kemudian ganti air kolam dengan air yang baru dan bersih supaya tidak menganggu proses penetasan telur ikan koi. Tiga hari kemudian telur-telur ikan koi tersebut akan menetas, mengeluarkn larva atau anakan ikan koi.

"Tiga hari setalh menetas berikan kuning telur atau ulat sutra sebagai makanannya. Setelah umur 2 minggu anakan ikan koi siap dipindahkan ke kolam besar yang sudah diolah tersebut, dan bisa dipanen sebulan kemudian," pungkasnya.

(Wiwik Martani/Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....