Mengapa Album Fisik K-Pop Tetap Laris meski Era Streaming?
- 05 Jul 2026 02:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penjualan album fisik K-pop tetap meningkat meski era streaming, dengan hampir 10 juta kopi terjual pada Mei dan didorong oleh grup-grup besar.
- Penggemar membeli album fisik bukan hanya untuk mendengarkan musik, tetapi juga mendukung idola, mengoleksi merchandise eksklusif, serta memperoleh kesempatan mengikuti fan meeting.
- Album fisik K-pop memiliki nilai koleksi tinggi sehingga tetap diminati, termasuk di Indonesia, meski konsumsi musik sehari-hari didominasi platform digital.
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah dominasi layanan streaming musik, penjualan album fisik K-pop masih menunjukkan tren yang positif. Kondisi ini berbeda dengan kebiasaan pendengar musik pada umumnya yang beralih ke platform digital.
Mengutip dari Hyundai Motor Securities, penjualan album K-pop mencapai 9,96 juta kopi selama Mei. Angka tersebut meningkat 93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan terbesar disumbang Seventeen dan TXT melalui jutaan kopi album yang berhasil dipasarkan. Kedua grup itu menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan album pada Mei.
Tren penjualan diperkirakan terus meningkat setelah BTS merilis album bertajuk Proof. Album tersebut terjual lebih dari dua juta kopi hanya pada hari pertama peluncurannya.
Sebagian besar penggemar tetap menikmati musik melalui layanan streaming digital setiap hari. Meski begitu, banyak penggemar masih membeli album fisik dalam jumlah besar.
Album fisik dibeli untuk mendukung pencapaian penjualan dan perjalanan karier idola favorit mereka. Sebagian penggemar bahkan membeli beberapa salinan album yang sama.
Pembelian album juga membuka peluang mengikuti undian fan meeting bersama para idola. Selain itu, penggemar mengoleksi photocard, poster, photobook, dan berbagai merchandise eksklusif.
Data Circle Chart menunjukkan penjualan album fisik K-pop mencapai 53,73 juta kopi sepanjang 2021. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2011.
Peningkatan penjualan terus terjadi sejak 2017 hingga mencapai lonjakan signifikan pada masa pandemi. Fenomena itu menunjukkan album fisik tetap memiliki nilai bagi penggemar K-pop.
Fenomena serupa juga terlihat di Indonesia seiring meningkatnya jumlah penggemar K-pop. Album fisik dinilai menarik karena menghadirkan koleksi eksklusif yang tidak tersedia pada layanan digital. (Agnes Claudia Ohoira).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....