DENNY JA Dapat Penghargaan di 'BRICS AWARD'

  • 27 Nov 2025 08:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Denny JA akan memperoleh penghargaan BRICS Award for Literary Innovation. Nantinya akan diberikan di Khabarovsk, Rusia, akhir November 2025.

BRICS Literature Award, dibentuk pada Forum ‘Traditional Values’ 2024, menyeleksi penulis melalui longlist, shortlist. Lalu penentuan pemenang oleh dewan juri lintas negara yang menilai kontribusi karya terhadap nilai dan jiwa bangsa.

Surat dari panitia BRICS award ia terima dua kali. Pertama, lewat Sastri Bakry, koordinator BRICS Indonesia.

Kedua, surat resmi dengan stempel. Dari Kepala Direksi Festival Seni Internasional BRICS: Ostroverkh–Kvanchiani Aleksandr Igorevich.

Sebelumnya Denny JA beberapa kali diwawancarai panitia soal puisi esai, sastra dan pandangannya. Mengapa budaya yang tumbuh dari Global South ini penting.

“Sejauh yang saya pahami. Ada dua penghargaan sastra dari BRICS," katanya.

Namun ia tak mengetahui siapa pemenang penghargaan lainnya, dan dari negara mana. Penghargaan ini diberikan kepada Denny JA karena kontribusinya dalam melahirkan dan mengembangkan genre puisi esai.

Ini sebuah inovasi sastra yang menggabungkan unsur liris, naratif, dan data faktual dalam satu tubuh karya. Genre ini, yang diperkenalkan pada tahun 2012, kini berkembang menjadi gerakan literasi yang melampaui batas negara.

“Undangan itu terasa bukan sekadar pemberitahuan administratif,” ujar Denny JA. Ia datang sebagai pengakuan sunyi tetapi besar.

"Eksperimen kecil yang saya mulai bertahun-tahun lalu ternyata menggema hingga ke panggung internasional," kata dia. Ini sebuah apresiasi dari BRICS, Organisasi Global yang Mewakili 45 persen Populasi Dunia.

Denny JA menegaskan bahwa inovasi sastra tidak cukup hanya diciptakan. Tetapi harus dibangun ekosistemnya.

Melalui Denny JA Foundation, ia mendirikan dana abadi. Untuk memastikan genre puisi esai terus bertumbuh melampaui dirinya.

“Kadang, langkah kecil yang kita ayunkan sendiri tanpa sorotan. Ternyata membentuk jalan yang dilihat dunia,” ujar Denny JA.

Acara penghargaan di Khabarovsk pada 25–30 November 2025, menampilkan juga

pameran seni multidisipliner. Adapula festival fotografi, kelas master sinematografi, serta pesta film pemenang BRICS Film Festival.

Selain itu akan ada pertunjukan reenactment sejarah dan pemutaran khusus film besar yang akan dirilis tahun 2026. Penghargaan ini semakin memperkuat posisi Indonesia di peta sastra dunia, menunjukkan inovasi artistik tidak lagi didominasi oleh pusat-pusat kebudayaan barat.

Namun, bagi Denny JA, yang paling berarti bukan megahnya festival, melainkan pesan yang tersirat dari penghargaan itu. "Bahwa sastra Indonesia, melalui puisi esai, telah menembus panggung global," kata dia.

“Penghargaan dapat pudar oleh waktu. Namun karya yang lahir dari kejujuran akan menemukan jalannya sendiri—ke tangan siapa pun yang membutuhkannya."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....