Pelajar Minta Pembatasan Game Online Dilakukan secara Bijak

  • 12 Nov 2025 05:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Salah satu murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten, Muhammad Raffi Ramadan, meminta rencana pembatasan game online dilakukan secara bijak. Ia menilai pembatasan total game online tidak tepat, karena sebagian pelajar justru memperoleh manfaat positif dari dunia game.

“Beberapa teman saya bisa menghasilkan uang dari bermain game secara profesional,” ujarnya kepada Pro 3 RRI.

Raffi menuturkan, dirinya bermain game Mobile Legends dan Battle Royale selama dua hingga tiga jam per hari. Menurutnya, durasi bermain itu masih tergolong wajar selama pelajar mampu mengatur waktu belajar dan istirahatnya.

“Saya tetap bisa menyelesaikan tugas-tugas sekolah, karena tahu cara membagi waktu dengan baik,” ucapnya.

Raffi mengakui bahwa bermain game memang memiliki dampak negatif, seperti kecanduan dan berkurangnya interaksi sosial di dunia nyata. Namun, ia menilai hal itu dapat dikendalikan bila pemain disiplin dan mampu membatasi diri.

“Yang berlebihan pasti tidak baik, tapi bermain untuk hiburan dan refleks tetap dibutuhkan,” ujar Raffi.

Lebih jauh, Raffi berpendapat bahwa pemerintah seharusnya menyeleksi game yang mengandung kekerasan dan pornografi, bukan membatasi waktu bermain. Ia menilai penghapusan game berunsur negatif lebih efektif dibanding pembatasan menyeluruh.

“Game yang mengandung kekerasan ekstrem atau pornografi sebaiknya dihapus dari peredaran,” kata dia menegaskan.

Raffi juga mendorong setiap publisher game wajib mencantumkan batasan usia secara jelas, untuk mencegah dampak buruk pada anak. Menurutnya, aturan tersebut bisa membantu anak-anak lebih bijak memilih permainan yang sesuai dengan umur mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....