Sering Disangka Sama, Ini Bedanya Vinyl dan SPC
- 08 Jul 2025 16:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Renovasi rumah memang sering membuat pusing karena biasanya akan muncul banyak masalah. Mulai dari biaya tak terduga, waktu pengerjaan dan hasil akhir yang tidak sesuai perkiraan.
Tapi pengalaman saya tahun lalu membuktikan kalau kita tahu pilihan material yang tepat. Renovasi bisa menjadi jauh lebih ringan.
Salah satunya adalah pemilihan bahan lantai, seperti vinyl lantai dan SPC. Saya cukup bosan dengan tampilan keramik yang begitu begitu saja.
Setelah melihat beberapa referensi alas lantai, saya mencoba mempelajari tentang vinyl dan SPC. Ternyata, kedua produk terebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Vinyl itu lentur, nyaman dipijak, dan punya banyak pilihan motif. Sedangkan SPC atau Stone Plastic Composite lebih padat, lebih kuat, dan cocok untuk area yang sering dilewati.
Saya mencoba mencari tau lebih dalam tentang kedua produk ini sebelum memutuskan. Mulai dari bertanya ke teman, baca-baca forum, nonton Youtube, bahkan mampir ke beberapa toko material interior.
Dan dari semua sumber itu, saya simpulkan bahwa vinyl cocok untuk ruang keluarga dan kamar tidur. Sedangkan SPC lebih ideal untuk dapur dan ruang tamu.
Akhirnya setelah menghitung biaya dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Saya memutuskan untuk menggunakan kombinasi antara keduanya.
Untuk kamar tidur, saya menggunakan vinyl lantai motif kayu putih Scandinavian yang bikin ruangan terasa hangat dan terang. Untuk ruang tamu saya memilih SPC dengan warna kayu abu yang memberikan kesan elegan dan lebih tahan terhadap noda.
Harga lantai SPC memang sedikit lebih mahal, tapi karena usia pakainya yang juga lebih panjang dari vinyl. Menurut saya itu investasi yang bijak.
SPC juga memiki daya tahan yang luar biasa terhadap noda, tekanan dan goresan. Bahkan ketika ada perabotan yang berat seperti lemari, ranjang atau sofa besar, SPC tetap stabil dan tidak meninggalkan bekas.
Dari segi pemasangan, keduanya sama sama cukup mudah dipasang. Tapi SPC biasanya lebih berat dan kaku, jadi butuh sedikit keterampilan untuk memasangnya.
Untungnya, saya punya kenalan tukang interior yang bisa membantu saya dalam melakukan pemasangan lantai ini.
Untuk urusan pilihan produk dan motif, saya banyak berkonsultasi dengan Decorindo Perkasa.
Toko ini memilki website yang sangat informatif dan bisa diakses dengan mudah tanpa harus datang langsung ke toko. Bahkan ada katalog digital yang bisa diunduh dan dan layanan survey gratis yang memudahkan saya dalam menentukan pilihan warna dan motif.
Cukup dengan renovasi kecil, rumah saya terasa seperti baru. Anak-anak bisa main di lantai tanpa takut licin dan Istri saya juga senang karena lantainya mudah dibersihkan.
Saya pribadi merasa bangga karena berhasil memilih material yang pas tanpa menguras banyak biaya. Renovasi rumah memang bukan hal yang mudah.
Tapi dengan memilih material yang tepat seperti vinyl dan SPC, proses pengerjaan akan jadi jauh lebih mudah. Saran dari saya, jangan hanya mengikuti tren interior yang sedang hype, tapi sebaiknya pahami juga fungsinya.
Karena lantai bukan cuma soal gaya. Tapi juga kenyamanan dan investasi jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....