Anda Penggemar Wedang Jahe? Mari Menanam Sendiri
- 14 Jun 2025 20:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Semarang: Apakah anda penggemar wedang jahe? Wedang atau minuman jahe banyak penggemarnya. Wedang jahe sangat nikmat jika diminum malam hari yang dingin, untuk menghangatkan tubuh.
Tapi tahukan anda bahwa menanam jahe tidak sulit? Menanam jahe sendiri dikonsumsi sendiri adalah cara yang hemat dan menyenangkan. Berikut ini adalah penjelasan cara menanam jahe, bagi anda pemula yang belum pernah menanam jahe, atau anda yang ingin serius menekuni usaha bidang per-jahe-an.
Menanam jahe yang benar diawali dengan memilih rimpang berkualitas, menyiapkan media tanam, hingga merawat tanaman dan seterusnya yang akan dirinci di bawah.
Kementerian Pertanian memberikan penjelasan cara menanam jahe di pot atau polybag melalui laman website resmi Setjen Pertanian RI. Setidaknya ada delapan langkah cara menanam jahe di pot atau polybag hingga masa panen memakan waktu 3-4 bulan.
Hasil panen rata-rata penanaman jahe adalah 1-2 kg per pot atau polybag. Agar hasilnya melimpah, lakukan perawatan dengan maksimal.
1. Memilih Bibit atau Rimpang
Tahap awal dimulai dengan memilih bibit atau rimpang jahe yang segar, berukuran besar, berkualitas baik, dan banyak memiliki mata tunas dengan usia 10 bulan. Dinas Pertanian menjelaskan ciri-ciri rimpang jahe yang bagus, yakni ukuran rimpang besar, fisik rimpang terlihat segar tidak keriput, dan tidak ditemukan kecacatan atau bekas serangan hama.
Letakkan rimpang jahe diruang atau tempat sejuk, kemudian siram dengan air dan biarkan beberapa waktu sampai tumbuh tunas baru. Jika dalam proses ini ada yang busuk, maka segera pisahkan agar tidak menular ke rimpang yang lain.
2. Memotong Rimpang Jahe
Kemudian membuat kecambah dahulu bibit jahe dengan memotong rimpang jahe. Kemudian susun potongan rimpang di tempat sejuk hingga tumbuh tunas.
3. Menyiapkan Pot atau Polybag
Selanjutnya, mulai persiapkan pot atau polybag dengan ukuran diameter kurang lebih 40 cm.
4. Menyiapkan Media Tanam
Setelah menyiapkan pot kemudian menyiapkan media tanam. Menanam jahe, dianjurkan menggunakan media tanam dengan campuran sekam, kompos, pupuk kandang, dan tanah dengan perbandingan 2 : 1 : 1 : 2.
Media yang sudah diberi pupuk kandang tersebut di biarkan kurang lebih 14 hari agar terjadi proses fermantasi secara alami dan tanah siap untuk di tanami jahe.
5. Mulai Menanam Jahe
Cara menanam jahe selanjutnya adalah mulai melakukan penanaman dengan membuat lubang di tengah polybag sesuai ukuran bibit. Lalu tanam jahe dengan tunas menghadap ke atas.
6. Merawat Jahe
Cara menanam jahe ini kemudian diharapkan bisa menghasilkan panen memuaskan. Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari untuk menjaga media tanam agar tidak kering.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Pertanian menjelaskan, jaga media tanam jangan sampai kekeringan dan selalu berada dalam keadaan lembab sehingga tanaman jahe tidak mati.
7. Mengendalikan Hama Tanaman Jahe
Selanjutnya, mulai kendalikan hama tanaman jahe. Mengendalikan hama dan penyakit dapat dilakukan penyemprotan obat anti hama organik secara berkala. Obat anti hama organik bisa dibuat dari hidrosol (limbah cair penyulingan minyak atsiri).
Pengendalian hama jahe dimulai dari langkah pencegahan. Dimulai dengan memperlakukan benih sehat, menggunakan benih sehat, pembuatan irigasi, dan melakukan penyiangan gulma.
Cara ini membantu mencegah munculnya bakteri Ralstonia yang menjadi penyebab utama jahe emprit. Mencegah penting dilakukan karena belum ada pengendalian hama yang memadai.
Gulma biasanya banyak tumbuh mendampingi tanaman jahe. Untuk itu diperlukan penyiangan secara berkala tidak merusak akar yang nantinya dapat merusak benih-benih jahe.
8. Mempersiapkan Masa Panen
Cara menanam jahe yang terakhir adalah mempersiapkan masa panen. Panen dapat dilakukan saat tanaman berusia 9-10 bulan. Bisa pula saat batang sudah kering, daunnya berubah dari warna hijau menjadi kuning.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....