Kisah Pesinden Muda, Latihan Sambil Nangis, Akhirnya Suka
- 02 Jun 2025 09:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Surabaya: Dunia pesinden kini makin langka digeluti anak muda. Ghenes Gentapramesti, pelajar SMAN 9 Surabaya, membuktikan bahwa profesi ini tetap bisa lestari.
Ghenes mengakui menjadi pesinden bukan hal yang mudah bagi anak muda seusianya. Pesinden adalah seorang penyanyi wanita dalam pertunjukan seni tradisi Jawa, khususnya dalam pergelaran wayang kulit dan gamelan.
“Awalnya saya dipaksa, latihan sambil menangis. Tapi lama-lama saya suka,” kata Ghenes yang kini aktif menerima job sinden di Surabaya, Gresik, Mojokerto, hingga Madura dalam program Apresiasi Budaya, Sabtu (1/6/2025).
Meski sempat kesepian tanpa teman seusia di bidang ini, Ghenes tak menyerah. Ia bergabung ke Sanggar Baladewa, belajar gamelan, dan mendalami sinden untuk pertunjukan wayang.
“Saya kesulitan mengingat jatuhnya ketukan (titilaras), apalagi kalau tidak ada gamelan. Jadi harus hafal notasi,” katanya menambahkan.
Dukungan penuh orang tua dan gurunya, Ibu Puji dari SMKN 12 Surabaya, membuat Ghenes terus berkembang. Ia pernah meraih Juara 2 Mocopat Pakualam Jogja (2022) dan Juara 2 Lomba Sinden Nasional (2025).
Cak Ries Pecinta Budaya Nusantara mengapresiasi kiprah Ghenes dan berharap lebih banyak anak muda mengikuti jejaknya. “Pesinden muda harus jaga citra profesi ini, jangan sampai muncul konotasi negatif,” ucapnya.
“Tidak semua anak muda mau jadi pesinden. Mereka lebih tertarik musik populer seperti pop, rock, atau dangdut,” imbuh Cak Ries?
Ia mengakui pesinden adalah penyanyi yang menguasai gending Jawa klasik. Lagu-lagu ini tidak mudah, butuh keahlian dalam cengkok, nada, dan syair.
Namun, Ghenes mampu menembus tantangan itu bahkan sejak kelas 5 SD. Ia kini hampir tak memiliki saingan pada generasi seusianya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....