Memasak Tetap Eksis dengan Tanah Liat
- 21 Sep 2024 17:16 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : Di tengah gempuran peralatan masak modern yang serba canggih, wajan tanah liat tetap menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan. Wajan tradisional yang terbuat dari tanah liat ini dikenal mampu memberikan cita rasa alami pada masakan, serta ramah lingkungan. Bahan dasar utama yang digunakan adalah tanah liat yang telah dipilih dengan kualitas terbaik. Prosesnya dimulai dari pencampuran tanah liat dengan air, kemudian dibentuk secara manual atau menggunakan cetakan khusus. Setelah itu, wajan dibakar dalam tungku kayu hingga mencapai suhu tinggi, agar wajan menjadi kuat dan tahan lama.
Nuraini (34) seorang pengrajin wajan tanah liat di Desa Pante Pisang, Bireuen mengatakan, butuh kesabaran dalam mengolah wajan ini, " kalo buat wajan tanah liat ini, perlu kesabaran dan keterampilan. Setelah dibentuk, wajan harus dijemur hingga kering sempurna sebelum dibakar di dalam tungku selama beberapa jam"
Di pasaran saat ini, wajan tanah liat masih memiliki tempat tersendiri, terutama bagi para pecinta kuliner tradisional dan mereka yang menyukai metode memasak alami. Meskipun peralatan masak modern dari bahan stainless steel atau teflon mendominasi pasar, wajan tanah liat tetap diminati karena kemampuannya dalam menjaga aroma dan rasa alami masakan.
Salah satu alasan mengapa wajan tanah liat tetap diminati adalah karena keunggulannya dalam memasak. Wajan ini mampu menyebarkan panas secara merata sehingga makanan matang lebih merata dan aromanya lebih kuat. Selain itu, bahan tanah liat yang alami diyakini lebih sehat dibandingkan dengan bahan logam yang terkadang mengandung bahan kimia berbahaya.
Namun, di sisi lain, tantangan bagi wajan tanah liat adalah daya tahan yang lebih rendah dibandingkan alat masak modern. Wajan tanah mudah pecah jika terjatuh atau terkena benturan keras. Hal ini membuat pengguna perlu lebih hati-hati dalam merawatnya.
Nuraini juga mengaku, walaupun Di tengah kemajuan teknologi dan alat masak modern, mulai berkembang, dan peminat wajan tanah liat mulai menurun peminat nya. akan tetapi ia tetap semangat memproduksi, dan menjajakan wajan tersebut dengan semangat yang luar biasa. “Meskipun tidak sepopuler dahulu, wajan ini tetap memiliki tempat di hati mereka yang menghargai keaslian cita rasa dan keunikan dalam proses memasak. Bagi nya, wajan tanah lebih dari sekadar alat masak, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga, karena rezeki tidak akan tertukar. Ungkap nya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....