Menyusuri Pasar Kayu Muntilan, Lokasi Syuting Gadis Kretek

  • 07 Agt 2024 06:22 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Magelang: Layaknya sebuah pasar, Pasar Kayu Muntilan terdiri dari los-los yang berjajar beraturan. Bangunan pasar terdiri atas dua blok yang dipisahkan oleh jalan aspal kecil sebagai akses masuk dari gapura.

Masing-masing blok berderet los memanjang dengan masing-masing menghadap gang kecil. Gang kecil ini menjadi akses bagi pengunjung untuk menuju ke kios sisi paling ujung. Bangunan pasar terbuat dari kayu yang tampak sudah mulai kelihatan usang.

Dinding bangunan tidak semuanya tertutup rapat, beberapa terbuat dari papan kayu yang ditata berdiri dengan celah antara satu papan dengan papan lainnya. Sehingga bagian dalam kios kayu tersebut dapat terlihat dari luar.

Tumpukan kayu berbagai jenis ukuran tertata rapi di dalam kios. Sebagian ditumpuk rapi berjajar sesuai dengan bentuk dan ukuran. Sebagian lain kayu berjajar berdiri disandarkan pada dinding bangunan pasar.

Sekilas dilihat, pasar tersebut tidak begitu ramai dan terkesan lengang tidak seperti pasar pada umumnya. Beberapa pedagang tampak menunggui dagangan di bagian depan kios sambil bercengkerama.

Pembeli yang datang silih berganti memilih dan memilah kayu untuk diangkut ke kendaraan. Pemandangan aktivitas tersebut terlihat setiap hari di Pasar Kayu Muntilan ini.

Kondisi pasar yang tampak adem ayem sebelumnya, mendadak ramai dikunjungi banyak masyarakat. Film serial Gadis Kretek yang tayang perdana di Netflix pada 2 November 2023 silam mengubah situasi pasar menjadi lebih ramai dari biasanya.

Pasar Kayu Muntilan menjadi viral di banyak platform media sosial. Pasar yang berada di kampung Jumbleng, Tamanagung, Muntilan, Magelang tersebut mendadak menjadi destinasi wisata.

Salah satu lapak di Pasar Kayu Muntilan (Foto: RRI/Semi)

Wisatawan datang dari berbagai daerah untuk melihat dari dekat tempat yang menjadi salah satu lokasi syuting film serial Gadis Kretek. Film yang diadaptasi dari sebuah novel karya Ratih Kumala tersebut menyebut “Kota M” yang diyakini adalah inisial untuk Muntilan.

Hal ini juga diperkuat oleh latar cerita dalam novel tersebut yang menyebutkan Toko Wajik Ny. Pang sebagai salah satu ciri khas dan ikon “Kota M”. Benar adanya di Muntilan terdapat toko oleh-oleh dan jajan pasar yang legendaris bernama Toko Nyonya Pang.

Film serial Gadis Kretek menjadikan Pasar Kayu Muntilan seperti era 1960-an. Deretan kios diubah menjadi toko, percetakan, kedai dan gudang rokok kretek.

Di tempat inilah menjadi pertemuan pertama kalinya antara “Soeraja” yang diperankan Ario Bayu dan “Dasiyah” atau “Jeng Yah” yang diperankan Dian Sastrowardoyo. Pasar tersebut disulap menjadi pasar kuno yang menjadi latar cerita dua pemeran utama dalam film ini beradu peran terutama di episode pertama.

Pak Sani salah satu pedagang kayu di pasar ini mengatakan bahwa pasar kayu Muntilan tersebut disewa selama proses produksi film.

“Bangunan los pasar yang digunakan syuting mendapat kompensasi. Para pedagang, pekerja, dan warga sekitar juga dilibatkan untuk menjadi figuran,” kata Pak Sani.

Meski sudah lama proses produksi film di tempat ini dilakukan, masih dapat ditemukan beberapa jejak peninggalan Film Gadis Kretek. Properti film seperti papan nama dengan ciri khas tahun 1960-an masih terpasang di beberapa kios sehingga terkesan vintage. (semi/par)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....