Makna Lirik Lagu Selendang Biru Ciptaan Gun Krewol
- 06 Jun 2024 15:27 WIB
- Surakarta
KBRN, Suurakarta; Akhir-akhir ini dalam setiap kesempatan hajatan pernikahan akan selalu terdengar lagu dengan lirik”selendang biru seng ono neng pundakmu luntur tanpo warno mbekas neng klambiku selendang biru seng ono neng pundakmuilang ra bakal mbalek, mbalek neng tanganku ilang bareng roso tresnoku”. Lagu ini seperti menjadi wajib terputar dan merupakan request dari para tamu undangan.
Lirik lagu Selendang Biru menggambarkan sebuah perasaan seseorang yang merasa terbebani dalam hubungan yang tidak sehat. Pada bagian pertama, menceritakan bahwa lebih baik pergi jika pasangannya meminta lebih banyak lagi, terutama jika hubungan telah mati rasa.Dia menekankan agar pasangannya tidak menariknya kembali dalam sebuah ikatan yang sudah mulai hilang dan pudar,seperti selendang biru yang telah luntur.
Selendang biru dalam sajian lirik tersebut sebuah perlambang ikatan atau hubungan yang dulunya kuat dan berarti, tetapi sekarang telah memudar dan tidak kembali seperti awal komitmen. Lagu ini mempunyai syarat makna pesan bahwa terkadang lebih baik untuk mengakhiri hubungan yang sudah tidak sehat, daripada terus mempertahankannya.
Selendang biru menjadi simbol dari kesedihan dan kehilangan dalam cinta yang telah berakhir yang dalam lirik tersebut terbungkus oleh kesedihan yang sangat membebani bagi pasangan tersebut,sehingga menyebabkan harus memilih untuk berpisah.Lirik lagu Selendang Biru merupakan ciptaan dari Gun Kriwol.
Dan berikut terjemahan lirik Selendang Biru Terjemahan Lagu Selendang Biru
Jika kamu minta lebih
mending aku yang pergi
kalau sudah mati rasa
cepat ngomong saja
beratnya memikul cintamu
jika kamu minta lebih
mending aku yang pergi
kalau sudah mati rasa
cepat ngomong saja
jangan kamu tarik dengan selendangmu
selendang biru yang ada di pundakmu
luntur tanpa warna membekas di bajuku
selendang biru yang ada di pundakmu
hilang tidak akan kembali, kembali ke tanganku
hilang bersama rasa cintaku
Jika kamu minta lebih
mending aku yang pergi
kalau sudah mati rasa
cepat ngomong saja
beratnya memikul cintamu
jika kamu minta lebih
mending aku yang pergi
kalau sudah mati rasa
cepat ngomong saja
jangan kamu tarik dengan selendangmu
selendang biru yang ada di pundakmu
luntur tanpa warna membekas di bajuku
selendang biru yang ada di pundakmu
hilang tidak akan kembali, kembali ke tanganku
hilang bersama rasa cintaku
selendang biru buat mati rasaku
(Aditya Wardana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....