Buku Kisah Hidup Nurdin Halid Diluncurkan
- 08 Agt 2023 15:08 WIB
- Bone
KBRN, Bone : Rumah Tujuh Langit, kembali meluncurkan buku inspirasi bagi para pembaca atau masyarakat. Buku yang baru diluncurkan ini mengisahkan kehidupan salah satu tokoh nasional asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Atte Shernylia Maladevi penulis dari buku berjudul "Sang Anak Guru" ini menjelaskan, tokoh yang dikisahkan dalam buku ini yakni, Prof. Dr. (Hc), Drs. H.A.M. Nurdin Halid. Menurut dia, alasan memilih sosok beliau (Nurdin Halid, red) dalam novelnya karena memiliki sosok kontroversial.
"Banyak pro dan kontra didalamnya dan itu salah satu poin mengapa saya angkat. Sosoknya biasa-biasa saja tapi saya melihat beliau merupakan tokoh nasional bahkan dunia mengenal dia dengan koperasinya dan sepak bolanya," ungkap Atte kepada rri.co.id, Selasa (8/8/2023) pada acara talkshow dan launcing novel "Sang Anak Guru" di aula Masjid Al Markaz Bone.
Atte menjelaskan, alasan lain penempatan judul "Sang Anak Guru" ini terhadap sosok Nurdin, karena merupakan anak seorang guru. Selain itu, novel ini juga dibuat memberikan penghargaan kepada sosok guru.
Penulis muda ini berharap, novel ini dapat dibaca oleh para kaum milenial agar dapat termotivasi dari kisah kehidupan Nurdin Halid (NH). "Generasi rebahan bisa bangkit kembali termotivasi lebih berkarya lagi mengenal dirinya, percaya diri dan bersemangat," kata dia.
"Hidup ini butuh nyali karena dunia luar saja tak seindah mereka bayangkan. Mereka butuh berjuang berkorban, tabah menghadapi kebencian dan tangguh dalam keadaan keras kehidupan," tambah Atte.
Sementara itu, Prof. Dr. (Hc), Drs. H.A.M. Nurdin Halid menyampaikan apresiasi kepada Atte Shernylia Maladevi yang telah menulis novel tersebut. Ia menilai, kisah dalam novel ini benar-benar dapat dipertanggungjawabkan sesuai kehidupan yang dialami sejak kecil hingga saat ini.
"Atte ini baru ketemu dua kali setelah diberi tantangan membuat novel ini, tidak sangka dua bulan sudah jadi dan detail kisahnya, itu berkat riset yang dia (Atte, red) lakukan," ujar NH.
Ia melihat sosok Atte merupakan penulis cerdas dan bijak dalam menulis. "Itu fakta dan bukan ilusi. Tim saya di Jakarta pernah tolak rencana novelnya. Tapi, saya bilang ini orang Sulsel dan saya beri tantangan ke dia (Atte, red)," bebernya.
Nurdin menitipkan pesan penting dalam novel ini sebuah nilai perjuangan dan komitmen. "Berjuang bukan menjadi orang sukses, berjuang untuk orang bernilai," tutupnya. (FJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....