Olivia Zallianty Beberkan Alasan Memilih Isyana Sarasvati untuk Lagu Pancasila
- 04 Okt 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati karena karakter vokalnya kuat dan latar belakang opera sesuai konsep musik orkestra.
- Lagu Pancasila melalui proses panjang dengan berbagai aransemen, termasuk hip-hop, dangdut, dan musik ceria sebelum memilih versi orkestra.
- Proses pengembangan lagu melibatkan diskusi akademik dan pemangku kebijakan, hingga mendapat dukungan pemerintah untuk produksi musik video.
RRI.CO.ID, Jakarta - Produser Olivia Zallianty mengungkapkan alasan memilih Isyana Sarasvati untuk membawakan lagu Pancasila dengan aransemen musik orkestra. Menurutnya, karakter vokal Isyana yang kuat dan berlatar belakang opera dinilai sesuai dengan konsep musikal karya tersebut.
Selain kualitas suara, ia melihat Isyana memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama kalangan generasi muda. Kehadiran penyanyi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pendengar sekaligus mendekatkan pesan kebangsaan melalui pendekatan musik.
"Pertimbangan pertama tentu suaranya, karena konsep musik ini mengusung orkestra dan opera. Isyana memiliki latar belakang opera, sehingga karakter vokalnya sangat cocok dengan kebutuhan lagu Pancasila," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia berharap lagu tersebut tidak hanya dinikmati kalangan senior, tetapi juga mendapat tempat di hati generasi muda. Melalui karya ini, ia ingin nilai-nilai Pancasila semakin dikenal, diapresiasi, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Proses kreatif lagu Pancasila juga melalui perjalanan panjang dengan sejumlah perubahan aransemen sebelum menentukan konsep musik video. Ia bersama tim bahkan mengeksplorasi berbagai genre, mulai dari hip-hop, dangdut, hingga musik ceria.
"Kami membuat beberapa aransemen dengan genre berbeda, termasuk hip-hop dan dangdut. Namun, untuk produksi musik video pertama, kami memilih versi orkestra karena ingin menjaga marwah Pancasila," kata Olivia.
Sebelum memasuki tahap produksi, tim terlebih dahulu mengumpulkan pandangan sejumlah tokoh dan pemangku kebijakan. Mereka juga menggelar forum diskusi kelompok atau focus group discussion bersama sejumlah profesor untuk memperdalam gagasan tersebut.
Ia menjelaskan, diskusi akademik turut berlangsung di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Pancasila di Jakarta dan Solo. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menguji gagasan sekaligus memperkenalkan Pancasila melalui pendekatan musikal kepada lingkungan akademik.
"Perjalanan ini cukup panjang, bahkan sempat terhenti sekitar satu tahun. Kami melakukan diskusi akademik terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan Pancasila dikemas dalam aransemen orkestra," ujar Olivia.
Setelah melalui berbagai tahapan, tim memperoleh respons positif ketika memperkenalkan lagu Pancasila dalam sejumlah forum diskusi. Dukungan pemerintah melalui kementerian terkait membantu mewujudkan produksi musik video sebagai bagian dari upaya memperluas penyampaian pesan kebangsaan.
Ia berharap karya tersebut menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mengenal Pancasila melalui cara yang lebih dekat dan menyenangkan. Ia juga ingin musik mampu menghidupkan nilai-nilai dasar negara, sehingga generasi muda tidak hanya mengenalnya, tetapi turut mengamalkannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....