Film 'Memburu Pemangsa' Kisah Horor-Kriminal-Aksi, Angkat Isu Kekerasan Anak

  • 22 Sep 2026 11:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Memburu Pemangsa tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026 dengan genre horor, kriminal, dan aksi.
  • Film Umay Shahab ini mengangkat isu kekerasan terhadap anak melalui kisah empat jurnalis perempuan yang memburu predator anak.
  • Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem menjadi pemeran utama dalam film produksi Sinemaku Pictures tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Film Memburu Pemangsa menghadirkan perpaduan horor, kriminal, dan aksi untuk mengangkat isu kekerasan terhadap anak. Film produksi Sinemaku Pictures ini disutradarai sekaligus diproduseri Umay Shahab.

Film ini mengikuti empat jurnalis perempuan yang berusaha membongkar kejahatan terhadap anak. Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem menjadi pemeran utama.

Umay mengatakan Memburu Pemangsa menjadi bentuk pengembangan dirinya sebagai pembuat film. Ia menyebut film ini juga menjadi perjalanan spiritual karena membawa isu yang dinilai penting untuk terus dibicarakan.

“Sebagai manusia dan pembuat film, tentunya saya ingin bertumbuh. Memburu Pemangsa adalah karya saya dalam bentuk yang baru, lewat sajian horor-kriminal-aksi yang memberikan pengalaman menonton penuh ketegangan,” ujar Umay dalam keterangan resmi, Senin, 21 September 2026.

Menurut Umay, isu kekerasan terhadap anak menjadi salah satu alasan utama film tersebut dibuat. Ia berharap film ini dapat memberikan dampak dan mendorong pembicaraan lebih luas mengenai persoalan tersebut.

“Film ini membawa isu yang penting, tentang kejahatan pada anak yang angkanya hingga saat ini juga masih sangat tinggi. Semoga film Memburu Pemangsa juga bisa memberi dampak pada isu yang sangat penting untuk terus kita bicarakan,” katanya.

Dalam film ini, ancaman tidak datang dari sosok hantu atau iblis, melainkan manusia yang melakukan kejahatan dengan melibatkan unsur supranatural. Keempat jurnalis tersebut kemudian berada di garis depan untuk mengungkap dan menghentikan kejahatan itu.

Laura Basuki yang memerankan Agnes tertarik bergabung karena film tersebut memadukan horor, kriminal, aksi, dan investigasi. Ia juga menilai isu kekerasan terhadap anak yang diangkat film memiliki arti penting.

“Semua cinematic experience akan kalian rasakan di film ini, saat horror-crime-action menyatu, dan ini pengalaman yang baru bagiku. Semoga film ini juga bisa memberikan ruang diskusi untuk orang-orang,” ujar Laura.

Sementara itu, Prilly Latuconsina berharap film ini dapat membuat masyarakat lebih peka terhadap kekerasan seksual pada anak. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kurangnya informasi, tetapi juga budaya diam yang terkadang mendapat respons yang tidak tepat.

Taskya Namya yang berperan sebagai Brina menyebut proses syuting membutuhkan stamina ekstra. Ia harus menjalani adegan yang memadukan tuntutan genre horor dan aksi dalam satu film.

“Ini butuh tenaga berlebih, karena capeknya dua kali lipat. Penonton sepertinya juga akan ikut merasakan ngos-ngosannya mengikuti kami berempat menginvestigasi predator di film ini,” kata Taskya.

Yasamin Jasem memerankan Anya, seorang jurnalis yang melakukan riset dan memiliki ketertarikan pada demonologi. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan karakter tersebut karena sama-sama memiliki ketertarikan pada dokumenter kriminal dan cerita tentang sekte.

Para pemeran juga sempat bertemu dengan Komnas Perlindungan Anak untuk memperdalam pemahaman mengenai isu yang dibawa film. Yasamin berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Sebelum tayang secara nasional, Memburu Pemangsa telah menggelar acara Nonton Duluan di tujuh kota, yakni Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. Film ini kemudian resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....