Aghniny Haque Ceritakan Proses Dalami Karakter Melor di Film 'Khadam'

  • 15 Sep 2026 10:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Aghniny Haque memilih tidak menghakimi karakter Melor dan berusaha mencintai karakter tersebut sebelum memerankannya.
  • Aghniny bersama pelatih akting mengembangkan bahasa isyarat untuk mendukung karakter Melor yang merupakan ibu tunawicara.
  • Pendalaman karakter dilakukan dengan menyelaraskan pikiran, emosi, gerak tubuh, dan bahasa tangan Melor.

RRI.CO.ID, Jakarta - Aktris Aghniny Haque mengungkap proses membangun karakter Melor dalam film horor Khadam. Ia mengaku harus memahami karakter tersebut terlebih dahulu sebelum menerjemahkannya melalui gerak tubuh dan bahasa isyarat.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah tidak menghakimi karakter yang diperankannya. Ia berusaha mencintai Melor terlebih dahulu, termasuk memahami keputusan-keputusan yang mungkin berbeda dari pandangan pribadinya.

“Kuncinya adalah tidak menghakimi karakternya. Meskipun karakternya mungkin suka membuat keputusan tidak sesuai dengan kita, sebagai aktor kita harus mencintai karakternya dulu,” ujar Aghniny di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Setelah itu, ia mendalami naskah untuk memahami pesan utama yang ingin disampaikan melalui kisah Melor. Pemahaman tersebut kemudian menjadi dasar untuk membangun bahasa tubuh karakter.

“Terus kemudian harus benar-benar baca script-nya, sebenarnya naskahnya atau kisahnya itu mau ngomong apa. Baru setelah itu kita membangun bahasa tubuhnya,” katanya.

Dalam Khadam, Aghniny memerankan Melor yang merupakan seorang ibu tunawicara. Latar cerita yang berada pada era 1940-an juga membuat penggunaan bahasa isyarat menjadi bagian penting dalam proses pendalaman karakter.

Aghniny bersama pelatih akting Muhammad Khan dan tim kemudian mengembangkan bahasa isyarat yang digunakan Melor. Proses tersebut tidak hanya berfokus pada gerakan, tetapi juga bagaimana bahasa tubuh dapat menyampaikan emosi karakter.

“Kita bersama-sama membuat bahasa isyarat itu. Akhirnya mulai masuk ke pendalaman emosi, dari kedalaman karakter si Melor itu sendiri dan juga bonding dengan dua karakter anaknya,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan bahasa tubuh tersebut menjadi bagian dari ekspresi emosional Melor. Setiap gerakan harus memiliki hubungan dengan pikiran dan perasaan karakter.

“Dari situ aku harus bisa meng-translate dari koreografi sampai ke emosionalnya. Jadi semua harus lurus, apa yang ada di pikirannya, apa yang dia rasain, dan akhirnya keluar dari bahasa tangannya,” ucapnya.

Pendekatan tersebut membuat Aghniny tidak hanya mengandalkan dialog dalam membangun Melor. Ia harus memastikan pikiran, emosi, gerak tubuh, dan hubungan dengan kedua anaknya dapat tersampaikan secara utuh melalui penampilannya.

Film Khadam disutradarai Shamyl Othman dan dibintangi Aghniny Haque bersama sejumlah aktor Malaysia. Film horor kolaborasi Malaysia-Indonesia ini tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....