Taylor Swift Jadi Nama Genus Serangga Baru dari Australia

  • 14 Sep 2026 14:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Genus serangga baru di Australia diberi nama Swiftiephylus sebagai penghormatan kepada Taylor Swift, penyanyi Amerika Serikat yang terkenal.
  • Genus Swiftiephylus mencakup empat spesies serangga pemakan tumbuhan yang hidup dan berasosiasi dengan pohon sheoak.
  • Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Insect Systematics and Evolution pada 9 September 2026, sebagai bagian dari penelitian yang menemukan 12 spesies serangga baru.

RRI.CO.ID, Jakarta - Taylor Swift mendapat penghormatan unik dari dunia sains setelah namanya digunakan sebagai nama genus serangga yang baru ditemukan di Australia. Genus tersebut diberi nama Swiftiephylus dan mencakup empat spesies serangga pemakan tumbuhan.

Melansir Variety, penemuan itu dipublikasikan dalam jurnal Insect Systematics and Evolution pada 9 September 2026. Penelitian tersebut mengungkap 12 spesies baru serangga yang hidup dan berasosiasi dengan pohon sheoak di Australia.

Dari 12 spesies tersebut, para peneliti menetapkan satu genus baru bernama Swiftiephylus. Empat spesies di dalamnya diberi nama yang terinspirasi dari Taylor Swift dan sejumlah album miliknya.

Keempat spesies tersebut adalah Swiftiephylus taylorae, Swiftiephylus amator, Swiftiephylus intrepidus, dan Swiftiephylus poetorum. Nama-nama tersebut masing-masing merujuk pada Taylor Swift, Lover, Fearless, dan The Tortured Poets Department.

Sarah Schroeder, peneliti sekaligus mahasiswa doktoral bidang entomologi di University of California, Riverside, menjadi salah satu penulis penelitian tersebut. Ia mengatakan penamaan itu menjadi caranya sebagai penggemar Swift untuk menghormati sang musisi.

Schroeder juga menemukan kemiripan dari serangga tersebut dengan penampilan khas Taylor Swift. Serangga yang ditemukan memiliki warna kuning pucat dengan aksen merah, mirip dengan rambut pirang dan lipstik merah khas Taylor Swift.

“Penampilan ikonik Taylor Swift adalah rambut pirang dan bibir merah. Serangga ini berwarna kuning pucat dengan aksen merah di beberapa bagian,” ujar Schroeder, dikutip dari University of California, Riverside.

Menurutnya, pemberian nama tersebut juga memiliki tujuan lebih luas dalam bidang konservasi. Ia menjelaskan bahwa taksonomi menjadi dasar untuk mengenali dan melindungi berbagai spesies yang ada di alam.

Spesimen Swiftiephylus dikumpulkan oleh peneliti dari American Museum of Natural History bersama sejumlah peneliti Australia pada 1995 hingga 2004. Dari proses pengumpulan tersebut, mereka memperoleh lebih dari 50 ribu spesimen serangga.

Para peneliti memperkirakan masih ada hampir 30 juta spesies serangga yang belum terdokumentasi. Genus Swiftiephylus kini menjadi bagian dari keluarga Miridae, salah satu kelompok terbesar dalam jenis serangga.

Penghormatan melalui penamaan spesies juga bukan hal baru bagi para ilmuwan University of California, Riverside. Pada 2022, peneliti dari universitas tersebut menamai spesies nematoda pemakan tarantula dengan Tarantobelus jeffdanielsi, sebagai penghormatan kepada aktor Jeff Daniels.

Nama tersebut terinspirasi dari karakter Daniels dalam film Arachnophobia yang dirilis pada 1990. Daniels saat itu menyambut penamaan tersebut dengan mengatakan bahwa penghormatan dari para ilmuwan parasitologi membuatnya merasa tersanjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....