FTV dan Sinetron, Apa Bedanya?

  • 07 Sep 2026 01:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • FTV (Film Televisi) adalah tayangan drama yang dibuat khusus untuk ditayangkan di televisi dengan format penayangan yang berbeda dari sinetron.
  • Sinetron merupakan singkatan dari sinema elektronik yang umumnya hadir dalam bentuk cerita berseri dengan alur yang berkelanjutan.
  • Kedua format sama-sama menyajikan cerita dan karakter tetapi memiliki perbedaan mendasar dalam struktur dan cara penayangan kepada penonton.

RRI.CO.ID, Jakarta — FTV dan sinetron sama-sama menjadi tayangan drama yang cukup dikenal dalam pertelevisian Indonesia. Keduanya sama-sama menyajikan cerita dan karakter, tetapi memiliki format penayangan yang berbeda.

Melansir berbagai sumber, FTV merupakan singkatan dari Film Televisi yang dibuat untuk ditayangkan di televisi. Sementara itu, sinetron merupakan singkatan dari sinema elektronik yang umumnya hadir dalam bentuk cerita berseri.

Perbedaan paling mudah terlihat dari cara ceritanya disajikan. Cerita FTV biasanya selesai dalam satu kali tayangan, sedangkan sinetron dapat berlanjut dari satu episode ke episode berikutnya.

Dalam FTV, penonton tidak harus mengikuti cerita dari tayangan sebelumnya untuk memahami jalan cerita. Setiap judul umumnya memiliki awal, konflik, hingga penyelesaian dalam satu tayangan.

Sementara itu, sinetron biasanya membutuhkan lebih banyak episode untuk menyelesaikan cerita. Hubungan antara satu episode dengan episode lainnya membuat penonton perlu mengikuti alurnya secara berurutan.

Dari segi durasi, FTV umumnya memiliki waktu tayang yang lebih panjang dalam satu kesempatan. Salah satu penelitian menyebut FTV dapat memiliki durasi sekitar 90 menit dan ceritanya langsung selesai dalam satu kali tayang.

Sinetron memiliki format yang lebih panjang karena ceritanya dapat dibagi menjadi banyak episode. Pengembangan cerita juga dapat berlangsung lebih lama karena konflik dan karakter tidak harus diselesaikan dalam satu tayangan.

Tema yang diangkat keduanya juga dapat beragam, mulai dari kisah percintaan hingga kehidupan sehari-hari. Namun, FTV sering menggunakan cerita yang ringan dan mudah diikuti dalam satu kali menonton.

Format tersebut membuat FTV terasa seperti menonton sebuah film yang dibuat khusus untuk televisi. Setelah konflik selesai dan cerita berakhir, penonton dapat beralih ke judul FTV lainnya tanpa harus mengikuti kelanjutan cerita sebelumnya.

Sementara itu, sinetron memiliki pola yang membuat penonton mengikuti perkembangan cerita dari waktu ke waktu. Karena itu, satu konflik dapat berkembang menjadi beberapa konflik lain sepanjang episode yang berbeda.

FTV sendiri mulai banyak diproduksi di Indonesia pada 1990-an, dengan SCTV disebut sebagai salah satu stasiun yang memelopori produksi FTV. Format ini kemudian berkembang menjadi salah satu tayangan drama yang dikenal masyarakat Indonesia.

Jadi, perbedaan utama FTV dan sinetron terletak pada format ceritanya. FTV umumnya menyelesaikan satu cerita dalam satu tayangan, sedangkan sinetron menyajikan cerita yang berlanjut dalam beberapa episode.

Meski berbeda, keduanya sama-sama menjadi bagian dari perkembangan tayangan drama di televisi Indonesia. Pilihan antara FTV dan sinetron akhirnya kembali pada penonton, apakah ingin cerita yang selesai dalam sekali tayang atau mengikuti cerita yang lebih panjang. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....