Hurled to the Moon: Kamila Batavia di Kampnagel Summer Festival
- 27 Agt 2026 02:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - “Once upon a time, there was a princess from a kingdom far away…” Dengan kalimat tersebut, penyanyi, penulis lagu, dan komposer Indonesia Kamila Batavia membuka Hurled to the Moon (Terhempas ke Rembulan). Sebuah pertunjukan musik dan storytelling yang dibawakannya di Kampnagel International Summer Festival, Hamburg, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kampnagel merupakan salah satu pusat produksi dan pertunjukan seni kontemporer independen terkemuka di Eropa. Setiap bulan Agustus, International Summer Festival Kampnagel berlangsung selama tiga minggu dan menjadi salah satu festival interdisipliner besar untuk seni kontemporer di Eropa.
Menghadirkan karya internasional dari ranah teater, tari, performance, musik, seni visual, film, hingga diskursus, dengan perhatian khusus pada pertemuan antara avant-garde dan budaya pop. Di panggung festival tersebut, Kamila membawa dunia musikal yang ia sebut “Baroque Galactic” ke dalam format live bersama band dan para pemain string dari Unimusik Hamburg.
Pertunjukan mempertemukan chamber pop, piano, string ensemble, storytelling, serta karya multibahasa dalam bahasa Indonesia, Jerman, dan Inggris. Namun sang putri dalam cerita pembuka tersebut bukan sekadar karakter dongeng.
Melalui sosok Princess of Batavia dan dunia imajiner Kingdom of Batavia, Kamila menggunakan bahasa fantasi untuk berbicara tentang sesuatu yang sangat nyata: kehilangan, ingatan, perjalanan waktu. Serta bagaimana manusia membangun kembali sesuatu yang indah ketika kehidupan terasa runtuh.
“The Princess of Batavia built a castle from the ruins of memory. Whenever life has become hard and shattered, she builds something beautiful out of it.”
Metafora tersebut menjadi salah satu fondasi dunia artistik Kamila Batavia. Batavia—nama historis Jakarta, kota tempat Kamila dilahirkan—berkembang dalam karyanya menjadi sebuah ruang imajiner tempat memori personal, pengalaman hidup di Indonesia dan Jerman, musik, serta mitologi bertemu.
Dalam Hurled to the Moon, dunia tersebut mendapatkan bentuk live yang lebih luas melalui perpaduan piano, band, dan string ensemble.
Kamila membawakan sejumlah karya dari katalognya, termasuk “Hilang dan Tak Kembali,” “Als Ich Einschlief,” “Berakhir dan Berlalu,” hingga “Tayomi”, serta memperkenalkan materi baru “The Astronaut.”
Kolaborasi ini berawal dari pertemuan Kamila dengan komunitas musik universitas di Hamburg. Bersama violinist dan arranger Lennart Beck, yang mengembangkan aransemen string untuk pertunjukan tersebut.
Karya-karya Kamila diterjemahkan ke dalam format live ensemble—mempertemukan piano, band, dan strings dalam warna chamber. Yang menjadi bagian penting dari bahasa musikal Baroque Galactic.
Di antara lagu-lagu tersebut, storytelling menjadi bagian dari dramaturgi pertunjukan. Kamila membawa penonton keluar-masuk antara realitas seorang songwriter Indonesia yang hidup di Hamburg dan dunia Princess of Batavia yang dipenuhi kastel, rembulan, ingatan, serta pertanyaan tentang berlalunya waktu.
Puncak pertunjukan hadir melalui “Tayomi,” karya personal yang ditulis Kamila untuk mendiang ibunya. Lagu tersebut dibawakan sebagai encore bersama seluruh musisi, sebelum Kamila mengajak para pemain berdiri dan menerima tepuk tangan bersama dari penonton.
Bagi Kamila, Hurled to the Moon bukan sekadar sebuah penampilan festival. Tetapi sebuah langkah dalam menerjemahkan Baroque Galactic dari bahasa musikal dan visual menjadi pengalaman panggung—tempat lagu, storytelling, karakter, dan dunia imajiner dapat hidup dalam ruang yang sama.
Tentang Kamila Batavia
Kamila Batavia adalah penyanyi, penulis lagu, komposer, dan storyteller Indonesia yang berbasis di Hamburg, Jerman. Melalui karya-karyanya, ia mengeksplorasi tema ingatan, kehilangan, waktu, dan identitas melalui perpaduan chamber pop, piano, strings, serta dunia visual dan naratif yang ia sebut Baroque Galactic.
Nama Batavia merujuk pada nama historis Jakarta, kota kelahirannya, yang kemudian ia transformasikan menjadi Kingdom of Batavia. Sebuah dunia artistik yang menjadi benang merah antara musik, storytelling, dan visualnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....