Ini Langkah Proses Tren Fashion Terbentuk
- 25 Agt 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tren fashion yang tersebar cepat di media sosial dibentuk dari berbagai faktor termasuk perubahan budaya, desainer, stylist, peramal tren, industri fashion, dan konsumen.
- Proses pembentukan tren fashion dimulai dari pengamatan terhadap perubahan dalam kehidupan sehari-hari seperti teknologi, musik, budaya populer, dan keadaan sosial.
- Perubahan sosial dan budaya diamati untuk mengidentifikasi kemungkinan munculnya gaya baru dalam dunia fashion.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tren fashion yang tersebar dengan cepat di media sosial sebenarnya bukan hanya muncul secara tiba-tiba. Sebuah tren dibentuk dari berbagai faktor, mulai dari perubahan budaya, desainer, stylist, peramal tren, industri fashion, hingga konsumen.
Prosesnya dimulai dari perubahan yang ada dalam kehidupan, seperti pertumbuhan teknologi, musik, budaya populer, hingga keadaan sosial. Perubahan tersebut kemudian menjadi hal yang diamati untuk melihat kemungkinan munculnya gaya baru.
Pengamatan tersebut kemudian dilakukan oleh trend forecaster yang bekerja membaca arah perubahan dan memprediksi gaya yang memiliki potensi berkembang. WGSN menggunakan keahlian manusia dan analisis data untuk memahami perubahan perilaku pelanggan dan perkembangan budaya.
Melansir dari Vogue, hasil pengamatan tersebut kemudian diterjemahkan desainer menjadi sebuah koleksi fashion. Inspirasi tersebut diciptakan lewat pilihan material, warna, motif hingga detail busana yang dikenalkan kepada industri dan juga publik.
Koleksi yang sudah didesain kemudian tampil dalam peragaan busana atau dalam berbagai kanal industri fashion. Tetapi kemunculannya di runway belum tentu langsung menjadi tren karena masih membutuhkan respons dari stylist, media, figur publik, dan konsumen.
Stylist ikut berperan dalam penafsiran tampilan runway menjadi gaya yang lebih mudah dipahami dan dipakai. Selain itu, figur publik bisa memberikan perhatian terhadap gaya tertentu saat penampilannya mendapat sorotan dari media dan internet.
Walaupun begitu, tidak semua gaya yang tren otomatis akan bertahan lama di posisi tersebut. WGSN membedakan tren dengan fad, sebab tren biasanya berhubungan dengan perubahan perilaku, nilai, dan kebutuhan massa yang berkembang.
Dengan demikian, sebuah tren fashion tidak hanya terbentuk dari busana yang tiba-tiba viral di media sosial. Perubahan budaya, riset tren, proses desain, runway, pengaruh figur publik, hingga respons konsumen turut menentukan perjalanan sebuah gaya menjadi tren. (Shafira Nursyifa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....