Lima Film Perjuangan Indonesia yang Kerap Luput dari Perhatian
- 17 Agt 2026 15:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film perjuangan merupakan salah satu medium penting untuk mengenalkan kembali dan melestarikan sejarah Indonesia kepada generasi masyarakat modern.
- Kisah tentang perang, tokoh bangsa, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan telah diangkat melalui berbagai produksi film sepanjang waktu.
- Tidak semua film bertema perjuangan mendapat perhatian penonton yang sama, meskipun beberapa di antaranya menawarkan narasi dan cerita yang menarik dan bernilai tinggi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Film perjuangan menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kembali sejarah Indonesia kepada masyarakat. Kisah tentang perang, tokoh bangsa, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan telah diangkat melalui berbagai film.
Namun, tidak semua film bertema perjuangan mendapat perhatian yang sama dari penonton. Di antara judul-judul populer, terdapat sejumlah film yang menawarkan kisah menarik tetapi jarang masuk dalam daftar tontonan masyarakat.
Film-film tersebut hadir dalam berbagai bentuk dan latar cerita. Mulai dari film klasik hingga karya yang lebih modern, semuanya menghadirkan sisi berbeda dari perjalanan perjuangan Indonesia.
1. Darah dan Doa (1950)
Film karya Usmar Ismail ini mengikuti perjalanan panjang seorang prajurit Divisi Siliwangi dalam perjalanan kembali dari Yogyakarta menuju Jawa Barat. Film tersebut menjadi salah satu karya penting dalam sejarah perfilman Indonesia karena mengangkat pengalaman perang dari sisi para prajurit.
2. November 1828 (1979)
Film ini mengambil latar Perang Diponegoro dan menggambarkan perlawanan masyarakat Jawa terhadap pemerintah kolonial Belanda. Ceritanya tidak hanya berfokus pada pertempuran, tetapi juga memperlihatkan konflik, strategi, dan pengkhianatan di tengah perjuangan.
3. Doea Tanda Mata (1985)
Film ini membawa penonton ke masa perjuangan melalui kisah dua sahabat yang memiliki latar belakang berbeda. Hubungan persahabatan mereka kemudian diuji oleh situasi politik dan perjuangan melawan kolonialisme.
4. Tjoet Nja’ Dhien (1988)
Film garapan Eros Djarot ini mengangkat perjuangan Cut Nyak Dhien dalam menghadapi pasukan Belanda di Aceh. Selain menampilkan perlawanan bersenjata, film tersebut juga memperlihatkan sisi kehidupan dan pergulatan pribadi seorang pejuang.
5. Battle of Surabaya (2015)
Berbeda dari film-film sebelumnya, kisah perjuangan dikemas dalam bentuk animasi dua dimensi. Film ini mengikuti Musa, seorang remaja yang menjadi kurir dalam pertempuran Surabaya pada 1945.
Kelima film tersebut menunjukkan bahwa kisah perjuangan Indonesia tidak hanya hadir melalui judul-judul yang sering diputar menjelang 17 Agustus. Dari film klasik hingga animasi, setiap karya menawarkan cara berbeda dalam melihat kembali sejarah perjuangan bangsa. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....