Rudi Soedjarwo Ceritakan Alasan Minim Dialog Bahasa Sunda di Film 'Dan Bandung'
- 13 Agt 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sutradara Rudi Soedjarwo sengaja meminimalkan penggunaan dialog berbahasa Sunda dalam film Dan Bandung untuk memperluas jangkauan penonton ke seluruh Indonesia.
- Meskipun minim dialog Sunda, nuansa dan identitas Bandung tetap dihadirkan melalui berbagai elemen visual dan sinematik lainnya dalam film.
- Pilihan menggunakan bahasa Indonesia diprioritaskan agar cerita film tidak terlalu terikat pada konteks regional tertentu sehingga lebih universal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sutradara Rudi Soedjarwo mengungkap alasan film Dan Bandung minim menggunakan dialog berbahasa Sunda. Ia ingin film tersebut tetap bisa dinikmati penonton dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Rudi, nuansa Bandung tetap dihadirkan melalui berbagai elemen dalam film. Namun, penggunaan bahasa Indonesia dipilih agar cerita tidak terlalu terikat pada satu daerah.
"Kalau dari saya pribadi, sebenarnya aku pengen film ini bisa dirasakan nggak cuma orang Bandung. Jadi ada dan Bandungnya harus berasa." ujar Rudi dalam konferensi pers Dan Bandung di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Rudi mengatakan Bandung tetap menjadi bagian penting dalam film tersebut. Namun, ia ingin cerita Dan Bandung memiliki jangkauan yang lebih universal untuk semua penonton di Indonesia.
Menurut Rudi, penggunaan bahasa Sunda secara penuh juga tidak selalu sesuai dengan latar para karakter. Ia mencontohkan kehidupan kampus di Bandung yang diisi mahasiswa dari berbagai daerah.
"Yang pakai kampus Bandung nggak selalu orang Sunda. Banyak teman saya yang dari Jakarta, itu ke Bandung semua," tutur Rudi.
Ia juga mempertimbangkan kemampuan para pemain dalam menggunakan bahasa Sunda. Rudi khawatir dialog berbahasa Sunda justru terdengar kurang natural jika dipaksakan.
"Plus, nggak semua pemain di sini bisa bahasa Sunda dengan baik. Nanti kalau dipaksain, malah tambah nggak karuan" ujarnya.
Karena itu, bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa utama dalam komunikasi para karakter. Sementara itu, nuansa lokal Bandung tetap diperkuat melalui elemen cerita dan latar film.
Selain persoalan bahasa, Rudi juga mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan Dan Bandung memiliki film lanjutan. Hal tersebut berkaitan dengan akhir cerita yang dinilai masih menyisakan tanda tanya.
Produser Verona Films, Titin Suryani, tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan cerita Dan Bandung. Namun, keputusan tersebut akan bergantung pada respons penonton terhadap film pertama.
"Kalau mau lanjut, mungkin teman-teman media, teman-teman semuanya, bantu viralkan. Kalau sudah viral, penonton pada minta, lanjut dan kita lanjut," kata Titin.
Film Dan Bandung merupakan kolaborasi Verona Films dengan Pidi Baiq dan Rudi Soedjarwo. Film drama romansa tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....