Mengenal Gaya Y2K yang Kembali Tren, NewJeans Jadi Salah Satu Ikonnya

  • 23 Jul 2026 12:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gaya busana Y2K era akhir 1990-an hingga awal 2000-an kembali populer di kalangan Generasi Z dalam beberapa tahun terakhir.
  • Tren Y2K memengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk dunia fashion, musik, dan gaya hidup secara umum.
  • Grup K-pop NewJeans memainkan peran signifikan dalam menghidupkan kembali tren Y2K melalui fashion dan musik mereka.

RRI.CO.ID, Jakarta – Gaya busana ‘Y2K’ (Year 2000) kembali menjadi tren di kalangan Generasi Z dalam beberapa tahun terakhir. Terinspirasi dari mode era akhir 1990-an hingga awal 2000-an, tren ini memengaruhi dunia fashion, musik, hingga gaya hidup.

NewJeans menjadi salah satu grup K-pop yang berperan besar dalam menghidupkan kembali tren Y2K melalui fashion dan musiknya. Pada 22 Juli 2026 lalu, NewJeans kembali beraktivitas dengan merilis teaser bertajuk ‘2026 Summer of NewJeans’.

Dengan hadirnya NewJeans di industri musik, Y2K yang identik dengan nuansa nostalgia ini menjadi bagian dari identitas budaya. Ditambah sorotan dari media sosial, gaya era 2000-an kini menjadi sangat populer di seluruh dunia.

Dalam dunia fashion, gaya Y2K identik dengan penggunaan low-rise jeans, rok mini, denim, jaket, dan atasan berwarna cerah. Tak ketinggalan, aksesori seperti kacamata, bandana, ikat pinggang, dan jepit rambut juga mewarnai era ini.

Kebangkitan Y2K tidak lepas dari pengaruh media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Melalui platform tersebut, banyak kreator yang membagikan inspirasi fashion, membuat tren kembali dikenal oleh generasi muda.

Industri hiburan dan musik juga menjadi salah satu pendorong utama popularitas Y2K secara global. Sejumlah figur seperti NewJeans, Bella Hadid, dan Zara Larsson kerap mengusung konsep visual bernuansa awal 2000-an.

Bagi remaja, Y2K tidak hanya menjadi pilihan berpakaian, tetapi juga cara mengekspresikan diri. Unsur nostalgia yang dipadukan dengan gaya kekinian menciptakan identitas yang unik dan segar.

Selain fashion, pengaruh Y2K juga terlihat pada musik, fotografi, hingga desain grafis. Efek kamera digital, warna cerah dan mencolok, serta tipografi retro kembali digunakan dalam berbagai konten kreatif.

Fenomena ini turut mendorong merek fashion dan pelaku industri kreatif menghadirkan kembali produk bernuansa Y2K. Berbagai koleksi pakaian dan aksesori yang terinspirasi dari era tersebut banyak dipasarkan untuk memenuhi tingginya minat konsumen muda.

Meski berasal dari tren lama, Y2K terus berkembang mengikuti zaman. Pengaruh budaya pop global membuat gaya ini tidak sekadar menjadi nostalgia, melainkan simbol kreativitas dan kebebasan berekspresi. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....