Syuting di Pestapora, 'Operasi Pesta Copet' Butuh Persiapan Tiga Tahun
- 22 Jul 2026 21:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film Operasi Pesta Copet telah dikembangkan selama hampir tiga tahun sebelum siap ditayangkan di bioskop.
- Ide film ini lahir dari keresahan sutradara Edy Khemod terhadap maraknya aksi pencopetan yang sering terjadi di konser musik.
- Pertemuan pertama antara pihak Imajinari dan Edy Khemod berlangsung pada 2023 di mana Khemod mengajukan konsep film tentang fenomena copet di konser.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film Operasi Pesta Copet menjalani proses pengembangan selama hampir tiga tahun sebelum akhirnya siap tayang di bioskop. Ide awal film ini lahir dari keresahan sutradara Edy Khemod terhadap maraknya aksi pencopetan yang kerap terjadi di konser musik.
Produser Dipa Andika mengungkapkan, pertemuan pertama antara pihak Imajinari dan Edy Khemod berlangsung pada 2023. Dalam pertemuan itu, Khemod menyampaikan keinginannya membuat film yang mengangkat fenomena copet di konser.
"Pertama kali Khemod cuma bilang, 'Gue pengen bikin film tentang copet.' Karena setiap konser Seringai pasti ada copet. Dari situ dia punya keresahan kenapa copet bisa berkeliaran dengan mudah," kata Dipa dalam konferensi pers di Plaza Senayan, Rabu 22 Juli 2026.
Menurut Dipa, Khemod sejak awal ingin latar cerita berlangsung di sebuah festival musik. Hal itu membuat tim produksi memilih berkolaborasi dengan Boss Creator, penyelenggara Pestapora, daripada membuat festival fiktif dari awal.
"Kalau kami harus membuat festival sendiri yang menyerupai Pestapora, biayanya pasti sangat besar. Akhirnya kami memutuskan bekerja sama dengan Boss Creator," ujarnya.
Dipa mengakui proses produksi di tengah festival musik berskala besar bukan perkara mudah. Tim harus membagi proses syuting antara sebelum festival dimulai, saat festival berlangsung, hingga setelah acara selesai.
Ia menjelaskan sebagian adegan direkam di tengah puluhan ribu penonton yang hadir di Pestapora. Sementara beberapa adegan lain dibuat secara khusus untuk memenuhi kebutuhan cerita.
Produser Eksekutif sekaligus pendiri Boss Creator, Kiki Ucup, mengatakan gagasan kolaborasi bermula dari obrolannya dengan Edy Khemod pada akhir 2022. Saat itu, Boss Creator memang tengah berencana mengembangkan kekayaan intelektual (IP) mereka ke industri film.
"Awalnya saya cerita ke Khemod kalau Boss Creator kepikiran ingin mengembangkan IP dan punya film. Lalu Khemod menyampaikan idenya membuat film yang berlatar festival musik dengan konsep copet," kata Ucup.
Dari diskusi tersebut, Khemod kemudian mempertemukan Boss Creator dengan Imajinari hingga kolaborasi resmi dimulai pada 2023. Rencana syuting yang semula ditargetkan berlangsung pada 2024 akhirnya diundur menjadi 2025 agar persiapannya lebih matang.
Selama proses produksi, Ucup memastikan Pestapora tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan besar bagi pengunjung. Penyesuaian lebih banyak dilakukan pada sisi teknis untuk mendukung kebutuhan pengambilan gambar.
Ia menjelaskan sejumlah panggung harus selesai dibangun lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya panggung rampung dua hingga tiga hari sebelum acara, tetapi kali ini harus sudah siap sejak empat hari sebelumnya.
Menurut Ucup, kondisi tersebut membuat sebagian kru bekerja lebih keras untuk mengejar jadwal produksi film. Meski demikian, Boss Creator tidak mengenakan biaya tambahan kepada tim produksi.
"Kami tidak menambah biaya sewa. Memang ada pekerjaan yang harus dilakukan lebih ekstra, tetapi kami senang karena ini pengalaman baru," ujarnya.
Ucup juga mengaku mendapat pengalaman berharga dengan melihat langsung proses produksi film. Ia memilih mempercayakan seluruh aspek kreatif kepada Imajinari yang dinilai memiliki keahlian di bidang perfilman.
Film Operasi Pesta Copet menjadi salah satu proyek yang memanfaatkan festival musik sungguhan sebagai lokasi utama pengambilan gambar. Pendekatan tersebut menghadirkan suasana yang autentik sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh tim produksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....