Film ‘Sihir Tanah Kubur’ Diyakini Dapat Memikat Penonton Lewat Kisah Mitos Lokal
- 18 Jul 2026 05:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- CEO Show Token Akshay Melwani optimistis Sihir Tanah Kubur diminati karena mengangkat budaya dan mitos lokal Banyuwangi yang dekat dengan masyarakat Indonesia
- Akshay menilai cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat menjadi kunci keberhasilan film horor, didukung respons positif dari penonton, termasuk komunitas Gen Z dan kripto
- Sihir Tanah Kubur dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 Juli 2026 dengan kisah horor yang terinspirasi dari mitos Makam Wurung
RRI.CO.ID, Jakarta - CEO Show Token Akshay Melwani meyakini film 'Sihir Tanah Kubur' berpeluang menarik banyak penonton karena mengangkat budaya lokal yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Menurutnya, pendekatan cerita yang relevan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan film horor.
Akshay mengatakan keberhasilan ‘Cerita Lila’ yang menembus satu juta penonton menjadi alasan mereka melanjutkan dukungan terhadap MVP Pictures. Ia menilai film horor dengan cerita yang dekat kehidupan masyarakat Indonesia memiliki peluang meraih kesuksesan lebih besar.
Menurut Akshay, 'Sihir Tanah Kubur' mengangkat budaya serta mitos Banyuwangi mengenai ‘Makam Wurung’ yang mudah dipahami masyarakat. Ia berharap film tersebut memperoleh jumlah penonton tinggi melalui dukungan publik terhadap karya yang mengangkat budaya lokal.
“Ini tentang budaya, tentang mitos yang kita lihat dari Banyuwangi, tentang ‘Makam Wurung’. Saya pikir kalau proyek kaya gini lebih relate kepada orang Indonesia,” ujarnya sebelum premiere film ‘Sihir Tanah Kubur’ di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
Akshay menilai konten yang lebih relevan juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mitos lokal Indonesia. Ia mengatakan banyak film horor berhasil dengan pendekatan cerita yang mudah dipahami menjadi perhatian utama.
Ia menyebut respons penonton pada penayangan khusus berlangsung sangat positif, termasuk dari komunitas Gen Z dan kripto. Menurutnya, film tersebut memiliki keunikan serta nilai budaya yang kuat.
“Bukan hanya penonton tradisional yang datang, tetapi juga komunitas Generasi Z dan komunitas kripto. Dan menurut saya, sambutan yang diterima sangat, sangat baik,” ucapnya.
Akshay menegaskan Show Token akan terus mendukung produksi konten Indonesia yang dekat dengan masyarakat agar semakin berkembang. Ia berharap pendekatan tersebut mampu melahirkan lebih banyak karya sukses sekaligus membantu mewujudkan mimpi para kreator Indonesia.
“Tujuannya di sini adalah untuk membawa film-film Indonesia ke kancah global, ke panggung dunia. Makanya, untuk saat ini kita mendukung konten Indonesia agar masyarakat Indonesia bisa mewujudkan impian mereka,” kata Akshay.
Film horor ‘Sihir Tanah Kubur’ mengangkat kisah Yusuf, seorang ustaz, yang harus menghadapi serangkaian peristiwa gaib setelah kepergian ibunya. Keadaan semakin memburuk ketika adiknya, Ashar, memindahkan makam sang ibu sesuai pesan terakhir hingga memunculkan ‘Makam Wurung’ yang dipercaya membawa bencana.
Gangguan mistis kemudian menyebar ke seluruh desa, memicu kematian misterius, kerasukan, serta perselisihan yang mengusik kehidupan masyarakat dan keluarga Yusuf. Bersama Gema dan Naya, Yusuf berusaha menyingkap asal-usul teror tersebut sebelum kekuatan jahat semakin menguasai keadaan.
‘Sihir Tanah Kubur’ dijadwalkan menghantui layar bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026. Film produksi MVP Pictures bersama Show Token ini disutradarai Jero Point dengan mengangkat kisah horor yang terinspirasi dari mitos dan budaya lokal Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....