'Para Perasuk' Dipilih Jadi Film Pembuka Festival Film Asia-Amerika di New York

  • 15 Jul 2026 19:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebelumnya, film karya Wregas Bhanuteja tersebut menjalani world premiere di Sundance Film Festival 2026 dan mendapat standing ovation.
  • AAIFF merupakan festival film Asia-Amerika tertua di Amerika Serikat yang telah digelar sejak 1978.
  • Para Perasuk terpilih sebagai Official Selection sekaligus film pembuka AAIFF 2026 di New York.

RRI.CO.ID, Jakarta - Film Para Perasuk melanjutkan perjalanan internasionalnya setelah terpilih sebagai Official Selection di ajang Asian American International Film Festival (AAIFF) 2026. Film tersebut juga dipercaya menjadi pembuka di Opening Night Screening festival yang digelar di New York, Amerika Serikat.

Para Perasuk dijadwalkan diputar pada 30 Juli 2026 dan akan menjadi salah satu sorotan utama pada malam pembukaan festival. Pemutaran ini sekaligus membawa film tersebut kembali bertemu dengan penonton internasional setelah debutnya di awal tahun.

Sebelumnya, film yang memiliki judul internasional Levitating itu menggelar pemutaran perdana dunia di Sundance Film Festival 2026 pada Januari lalu. Para Perasuk berkompetisi di program World Cinema Dramatic Competition dan mendapat sambutan hangat dari penonton, termasuk standing ovation.

Film ini mengangkat kisah Bayu, seorang pemuda berusia 20 tahun yang tinggal di Desa Latas. Sebuah desa yang dikenal dengan tradisi pesta kerasukan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Diceritakan, mata air keramat yang menjadi tempat para perasuk mencari roh terancam digusur. Bayu bertekad menjadi perasuk utama dalam sebuah pesta besar untuk mengumpulkan dana demi menyelamatkan sumber air tersebut.

Namun di tengah perjuangannya, Bayu menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup. Ia pun bertekad untuk menjadi seorang perasuk sejati sekaligus menyelamatkan desa yang dicintainya.

Film drama ini disutradarai oleh Wregas Bhanuteja dan dibintangi sejumlah nama ternama. Diantaranya, Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Indra Birowo, dan Ganindra Bimo.

AAIFF sendiri merupakan festival film yang diselenggarakan oleh organisasi Asian CineVision sejak 1978. Festival ini tercatat sebagai festival film Asia-Amerika pertama sekaligus yang tertua di Amerika Serikat.

Selain menjadi ajang pemutaran karya-karya sinema Asia dan Asia-Amerika, AAIFF juga dikenal aktif mendorong inklusivitas. Ajang ini juga mendukung keberagaman serta penggunaan film sebagai sarana perubahan sosial di industri perfilman independen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....