Ketahui Tujuh Film Coming of Age dengan Alur Cerita yang Penuh Nostalgia
- 14 Jul 2026 16:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film coming-of-age berfokus pada perjalanan tokoh dalam menghadapi perubahan dari remaja menuju dewasa dengan tema beragam seperti persahabatan, keluarga, dan pencarian jati diri.
- Stand by Me (1986), The Perks of Being a Wallflower (2012), Little Women (2019), dan Lady Bird (2017) adalah film coming-of-age internasional yang telah mendapat pengakuan luas atas kualitasnya.
- Indonesia memiliki kontribusi film coming-of-age berkualitas seperti Dua Garis Biru (2019) yang mengangkat isu relevan tentang keluarga, tanggung jawab, dan pendidikan seksual pada remaja.
RRI.CO.ID, Jakarta - Masa remaja menjadi salah satu fase kehidupan yang penuh warna dan tantangan menuju kedewasaan. Berbagai pengalaman tersebut kerap diangkat dalam film bergenre coming-of-age, sehingga mampu membangkitkan rasa nostalgia bagi penonton.
Film coming-of-age umumnya berfokus pada perjalanan seorang tokoh dalam menghadapi berbagai perubahan selama masa remaja hingga dewasa. Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari persahabatan, keluarga, pendidikan, cinta, hingga pencarian jati diri.
Tak heran jika genre ini selalu memiliki tempat di hati penonton lintas generasi. Selain menyuguhkan kisah yang emosional dan menghibur, film coming-of-age juga mengingatkan tentang pentingnya proses pendewasaan dalam pembentukan karakter.
Melansir dari berbagai sumber, berikut lima film coming-of-age dari berbagai negara yang layak masuk daftar tontonan.
1. Stand by Me (1986)
Film klasik Amerika Serikat yang disutradarai Rob Reiner ini dirilis pada tahun 1986. Alurnya berpusat pada empat sekawan yang melakukan perjalanan untuk mencari jasad seorang anak yang hilang di sebuah hutan.
Film ini dibintangi oleh para aktor cilik berbakat, yaitu River Phoenix, Will Wheaton, Corey Feldman, dan Jerry O’Connell. Di balik petualangan tersebut, Stand by Me menghadirkan cerita tentang arti persahabatan, keberanian, serta proses tumbuh dewasa.
2. The Perks of Being a Wallflower (2012)
Film ini berfokus pada Charlie (Logan Lerman), seorang remaja pendiam yang kesulitan beradaptasi setelah mengalami pengalaman traumatis. Pertemuannya dengan dua sahabat baru perlahan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
Film adaptasi dari novel karya Stephen Chbosky ini juga dibintangi oleh Emma Watson, Ezra Miller, dan Nina Dobrev. Film ini mengangkat isu kesehatan mental, penerimaan diri, dan pentingnya memiliki lingkungan yang suportif di masa remaja
3. Lady Bird (2017)
Film karya Greta Gerwig ini meraih banyak pujian dan penghargaan bergengsi karena penyampaian alur dan akting yang memukau. Ceritanya mengikuti Christine "Lady Bird" McPherson (Saoirse Ronan), siswi SMA yang keluar dari kota kecilnya untuk mengejar impian.
Film ini terasa dekat dengan kehidupan karena menggambarkan hubungan ibu dan anak yang penuh warna. Selain itu, kisah persahabatan, cinta, dan kegelisahan menentukan masa depan membuat Lady Bird begitu mudah dipahami banyak penonton.
4. Dua Garis Biru (2019)
Indonesia sendiri juga memiliki film coming-of-age yang menuai banyak pujian karena alur dan sinematografinya yang memikat. Film ini menceritakan Bima (Angga Yunanda) dan Dara (Adhisty Zara) yang terlibat dalam masalah akibat perbuatan mereka sendiri.
Berlatar di Jakarta, film garapan Gina S. Noer ini menampilkan kontras antara kesibukan kota dan konflik batin para tokohnya. Selain kisah cinta, film ini juga membahas tentang komunikasi dalam keluarga, tanggung jawab, dan pendidikan seksual.
5. Little Women (2019)
Little Women merupakan film adaptasi novel klasik karya Louisa May Alcott yang disutradarai Greta Gerwig. Film ini mengikuti perjalanan empat saudara perempuan dengan impian, karakter, dan jalan hidup yang berbeda.
Film ini dibintangi oleh sejumlah bintang terkenal, yaitu Emma Watson, Saoirse Ronan, Florence Pugh, dan Eliza Scanlen. Melalui kisah keluarga March, penonton diajak memahami bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam meraih kebahagiaan.
Film coming-of-age tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang perjalanan hidup yang dialami banyak orang. Berkat cerita yang dekat dengan realitas, genre ini tetap relevan untuk ditonton kapan saja. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....