Bernadya Sebut Lagu 'Laut yang Tenang' Jadi Arah Utama Album 'Semoga Hanya di Mimpi'

  • 27 Jun 2026 07:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bernadya mengungkapkan lagu 'Laut yang Tenang' menjadi pijakan utama yang mengarahkan penulisan seluruh materi album Semoga Hanya di Mimpi
  • Frasa 'Laut yang tenang patut dicurigai' lahir dari proses kreatif Bernadya bersama Baskara Putra dan Enrico Octaviano
  • Baskara Putra menjelaskan ide lagu berawal dari keresahan Bernadya yang belum menemukan tema album kedua hingga akhirnya melahirkan metafora 'Laut yang Tenang'

RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi dan penulis lagu Bernadya menjadikan lagu 'Laut yang Tenang' sebagai fokus utama yang mengarahkan penulisan seluruh materi dalam album terbarunya. Lagu tersebut juga dipilih menjadi track pertama sekaligus single pembuka karena menjadi titik awal pengembangan tema album 'Semoga Hanya di Mimpi'.

Bernadya mengatakan penulisan lagu tersebut berangkat dari ide 'Laut yang Tenang' yang ia kembangkan bersama Baskara Putra dan Enrico Octaviano. Ia menyebut proses penulisan kemudian berlanjut hingga akhirnya muncul frasa 'Laut yang tenang patut dicurigai'.

Ia menjelaskan frasa tersebut muncul setelah dirinya mempertanyakan hal yang sebenarnya patut ‘dicurigai’ dalam cerita lagunya. Bernadya menambahkan Baskara kemudian mengusulkan penggunaan kalimat 'Laut yang tenang patut dicurigai' sebagai bagian penting lagu.

“Terus yang aku tulis sendiri di rumah, aku belum nemu nih ‘namun patut dicurigai’, tapi apa ya yang patut dicurigai. Terus Bas bilang ‘Namun, laut yang tenang patut dicurigai’, Akhirnya dia dapet ‘Laut Tenang’ dari situ,” ujar Bernadya dalam Press Conference Album dan Showcase Bernadya 'Semoga Hanya di Mimpi’ di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Bernadya mengatakan lagu tersebut menjadi pijakan dalam menentukan arah penulisan lagu-lagu lain di album terbarunya. Menurutnya, seluruh materi album kemudian berkembang dari ide yang pertama kali lahir dari ketakutannya.

“Karena ini yang akhirnya ngarahin aku nulis sisa tracknya itu semua berangkatnya dari lagu ini. Kayak, oh yaudah aku tulis lagu-lagu tentang apa yang aku takutin yang ada di depan,” ucap Bernadya.

Sementara itu, Baskara Putra mengungkapkan proses penulisan bermula ketika Bernadya mengaku belum mengetahui tema yang ingin diangkat pada album keduanya. Menurutnya, saat itu Bernadya merasa khawatir menulis ketika hidup sedang tenang karena takut situasi buruk datang setelahnya.

“Dia bilang, gak tau nih aku mau nulis apa buat album kedua, aku bilang ke Bernadya, yaudah kenapa nggak itu aja yang ditulis. Buat jadi topik album kedua, bahwa aku gak tau mau nulis apa, karena hidup kamu lagi sangat tenang,” ujarnya.

Baskara mengatakan dirinya kemudian mengajak Bernadya dan Enrico Octaviano mencari metafora yang tepat untuk menggambarkan keresahan tersebut. Ketiganya berusaha menentukan topik, simbolisme, dan arah penulisan hingga akhirnya menemukan konsep 'Laut yang Tenang'.

“Kami waktu itu bertiga berusaha mencari metaforanya seperti apa, karena di momen itu juga Bernadya ini belum tau kan mau nulis apa. Kira-kira kalau topiknya yang diangkat apa, metaforanya apa, simbolismenya apa,” kata Baskara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....