Bernadya Ungkap Makna Album 'Semoga Hanya di Mimpi'
- 27 Jun 2026 00:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bernadya menjelaskan album Semoga Hanya di Mimpi berangkat dari harapan agar seluruh ketakutan hanya terjadi dalam mimpi
- Album menghadirkan eksplorasi musik baru sebagai kelanjutan perkembangan dari karya-karya Bernadya sebelumnya
- Konsep visual dan musikal album terinspirasi nuansa era 2000-an dengan melibatkan banyak produser untuk menghadirkan perspektif yang beragam
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi Bernadya mengungkapkan album terbarunya bertajuk ‘Semoga Hanya di Mimpi’ berangkat dari harapan agar seluruh ketakutan hanya terjadi dalam mimpi. Judul album tersebut diambil dari salah satu lagu yang merepresentasikan harapan sekaligus berbagai ketakutan yang ingin tetap menjadi mimpi.
Menurut Bernadya, seluruh lagu dalam album tersebut menggambarkan isi ketakutannya yang dibalut dengan harapan agar tidak benar-benar terjadi. Ia berharap setiap ketakutan yang dituangkan dalam album itu hanya hadir sebagai mimpi.
“Jadi itu adalah harapanku, track-tracknya adalah isi ketakutanku yang aku harap itu cuma ada di mimpi. Mudah-mudahan nggak beneran,” ujarnya dalam Press Conference Album dan Showcase Bernadya 'Semoga Hanya di Mimpi’ di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Bernadya juga sengaja menghadirkan pendekatan musik yang berbeda sebagai bentuk eksplorasi dibandingkan karya-karya sebelumnya. Keputusan tersebut diambil setelah melihat perkembangan lagu-lagu terdahulu dan keinginan membangun pengalaman pendengar melalui warna musik baru.
Untuk konsep visual, Bernadya menghadirkan nuansa era ‘2000-an’ dengan inspirasi warna-warna yang diperoleh selama proses produksi di Jepang. Meski demikian, ia menegaskan tujuan utamanya bukan menampilkan kesan Jepang, melainkan membangun atmosfer visual khas era tersebut.
“Cuman kita gak mau, sebenernya orang tuh ngerasain itu Jepang. Cuman kita aimnya (sasarannya) adalah 2000-an gitu warnanya, cuma entah kenapa warna itu bisa didapatnya disana,” ucap Bernadya.
Bernadya menambahkan, inspirasi era 2000-an juga mendorongnya menggandeng banyak produser dengan perspektif berbeda dalam proses penggarapan album. Ia mengakui kolaborasi bersama banyak penulis lagu dan produser membuat hasilnya album Bernadya memiliki warna yang beragam.
“Makanya aku mengajak banyak produser untuk mengumpulkan ‘2000-an’ berdasarkan perspektif produser masing-masing semuanya. Nggak papa juga, ternyata hasilnya warna-warni, surprisingly orang menangkap maksudku,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....