Grup Band Reality Club Memilih Jaga Autentisitas di Tengah Tren Musik Digital

  • 26 Jun 2026 00:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fathia Izzati menegaskan Reality Club menjadikan identitas dan karakter musik sebagai prioritas utama dalam berkarya
  • Data, statistik, dan fitur Spotify seperti Song DNA dimanfaatkan sebagai referensi untuk memahami pendengar
  • Faiz Novascotia menilai pemahaman konteks lagu membantu mempererat hubungan antara musisi dan pendengar

RRI.CO.ID, Jakarta - Vokalis Reality Club Fathia Izzati mengatakan menjaga identitas musik menjadi hal paling penting bagi bandnya. Menurutnya, berbagai data dan statistik dari platform streaming seperti Spotify dapat dianalisis, namun hanya sebagai masukan.

Fathia menjelaskan informasi tersebut membantu memahami pendengar, tetapi tidak menentukan arah berkarya mereka. Saat kembali ke studio, Reality Club tetap berfokus menciptakan musik yang sesuai dengan karakter band mereka.

“Tentu saja, menyenangkan mengetahui bahwa dengan semua data statistik yang disediakan Spotify, menyenangkan juga menganalisisnya. Namun pada akhirnya, itu hanyalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan,” ujar wanita yang akrab disapa Chia dalam acara ‘Spotify Loud and Clear Indonesia 2026’ di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Chia menilai berbagai fitur yang dihadirkan Spotify sangat membantu musisi dalam memahami karya musik. Salah satu fitur yang menarik perhatiannya adalah ‘Song DNA’ karena menampilkan informasi di balik sebuah lagu.

Ia juga menyebut bahwa mengikuti tren atau meniru musisi yang sedang populer tidak selalu membuahkan hasil. Karena itu, Reality Club memilih tetap berpegang pada akar musik mereka sendiri dalam berkarya.

“Kalau kita mencoba meniru hal itu, kadang-kadang memang nggak berhasil, dan memang begitulah adanya di industri ini. Jadi, sekali lagi, grafik dan statistik ini memang bagus untuk dimiliki, sangat membantu, tapi kita berusaha tetap berpegang pada akar kita sendiri,” ucap Chia.

Ia sendiri juga mengaku terkejut mengetahui Reality Club memiliki pendengar dari Chile berdasarkan data Spotify. Temuan tersebut menunjukkan musik mereka mampu menjangkau pendengar lintas negara dengan latar budaya berbeda.

Sementara itu, Gitaris Reality Club Faiz Novascotia mengatakan hubungan antara musisi dan pendengar berjalan secara seimbang. Menurutnya, penggemar tidak hanya mendengarkan musik, tetapi juga berupaya mengenal band lebih jauh.

Ia menjelaskan berbagai fitur seperti ‘Song DNA’ membantu memberikan konteks tambahan kepada pendengar. Dengan informasi tersebut, pendengar dapat memahami latar belakang dan proses di balik sebuah karya.

Menurut Faiz, pendengar yang memahami konteks lagu lebih mudah membangun keterkaitan dengan karya tersebut. Kondisi itu membuat hubungan antara Reality Club dan pendengarnya tetap terjaga secara sehat dan berkelanjutan.

“Ketika orang-orang bisa memahami konteksnya dan merasa terhubung dengan sebuah lagu, mereka cenderung ingin mencari tahu lebih banyak tentang artis tersebut. Dan mendengarkan lagu-lagu kami yang lain, jadi, menurut saya, begitulah cara kami tetap terhubung,” kata Faiz.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....